Jember, NU Online
Anggapan bahwa santri hanya berkutat dalam bidang ilmu agama, tidak selalu benar. Setidaknya, Devita Maharani Yovanda mampu mematahkan anggapan tersebut. Siswi kelas VIII C SMP Nuris, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur itu malah mahir membuat puisi. Bahkan karyanya yang berjudul Bianglala untuk Ibu mampu meraih juara favorit I dalam Sayembara Puisi dan Esai 2019 di di STIKEN Jayanegara, Malang, akhir bulan lalu. Artinya di lomba tingkat nasional itu, karya Devita masuk dalam 4 besar.
“Saya bersyukur bisa masuk 4 besar nasional. Itu berkat doa kiai dan dukungan teman-teman semua,” ujar santri Nuris tersebut kepada NU Online di Jember, Senin (13/5).
Dalam membuat puisi, Devita mengaku tidak gampang. Sebab puisi yang bagus bukan sekedar menyusun kata-kata yang indah, tapi juga mampu menyentuh emosi pembaca. Bianglala untuk Ibu akhirnya lolos di internal Nuris, sehingga langsung dikirim ke panitia lomba via online.
“Akhirnya via instagram panitia, diketahui karya saya juara,” jelasnya.
Devita menambahkan, tema lomba yang diberikan panitia bebas sehingga dirinya bisa berkreasi sesuai dengan pengalaman dan penguasaan diksi yang dipahaminya. Ia mengaku ide Bianglala untuk Ibu berawal dari sosok ibunya yang selalu menjadi teladan baginya, dan memberikan kasih sayang tak terhingga. Selalu mendukung bakat dan minatnya.
“Alhamdulillah, ini juga untuk ibuku, semoga puisi ini sebagai doa untuk beliau,” imbuhnya.
Kepala SMP Nuris Jember, Gus Rahmatullah Rijal turut mengapresiasi prestasi anak didiknya. “Kami tentu bersyukur akhirnya siswa kami tembus juara nasional melalui karya literasi. Saya berterima kasih kepada guru pembina, dan tim penjamin mutu Yayasan Nurul Islam Jember yang terus menumbuhkan motivasi dan membuat anak-anak berprestasi. Kami berharap Nuris jadi persemaian bibit sastrawan,” ungkapnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua