Dengan ‘Besantara’, Dua Santri Bawean Bisa Nyantri di Gus Baha
NU Online · Kamis, 23 Juli 2020 | 00:00 WIB
Dua santri dari Pulau Bawean mendapatkan Besantara untuk mondok di Pesantren Gus Baha. (Foto: NO Online/Rof Maulana)
Rof Maulana
Kontributor
Gresik, NU Online
Banyak program yang digagas NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Prinsipnya, semua saling berkreasi demi memaksimalkan khidmah dalam membantu kalangan dhuafa.
Salah satunya yang kini dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar adalah yang digagas Pengurus Cabang NU Care-LAZISNU Bawean. Mereka melaksanakan program Besantara atau Beasiswa Santri Nusantara.
“Program ini memberikan kesempatan kepada santri Pulau Bawean dari keluarga tidak mampu untuk bisa belajar dan nyantri,” kata Moh Ilyas, Rabu (22/7).
Disampaikan Ketua PC NU Care-LAZISNU Bawean tersebut bahwa santri yang berada di Bawean membutuhkan biaya besar untuk kembali ke pesantren, sebab harus menggunakan transportasi kapal agar bisa sampai di Jawa.
Ilyas mengatakan terlebih di era pandemi seperti ini banyak wali santri yang kehilangan mata pencaharian. Mereka kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, tapi tidak sedikit juga yang menjadi buruh atau pekerjaan serabutan.
“Pada tahun ini NU Care LAZISNU Bawean tidak hanya membantu santri kembali ke pesantren, juga memberikan bantuan beasiswa kepada dua calon santri,” tuturnya.
Kedua santri itu adalah Sulaiman yang berasal dari Dusun Pancor, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura dan Moh Era Fazira Assamar Kandi dari Dusun Tanjunguri, Desa Tanjunguri Kecamatan Tambak.
Kedua santri ini bertekad berangkat ke Pondok Pesantren Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur'an atau LPPIQ Narukan, Rembang, Jawa Tengah, pesantren yang diasuh KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Kedua mengikuti program tahfidzul Qur’an.
Kriteria santri yang memperoleh program Besantara adalah mempunyai keinginan atau cita-cita kuat. Berasal dari keluarga kurang mampu. Sanggup mengikuti program sampai tuntas dan selesai menuntaskan program sanggup mengabdi ke NU serta lembaga yang ada.
“Kami memberikan beasiswa penuh sampai selesai yaitu tiga tahun,” terangnya.
Kedua santri langsung berikrar untuk memenuhi persyaratan di depan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean yakni Kiai Zubaidi Khumaili, Ketua PCNU, Fauzi Rauf, Sekretaris PCNU Syaifuddin dan Ketua NU Care LAZISNU Moh Ilyas.
Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua