Jombang, NU Online
Warga di Dusun Bajang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berbondong-bondong mendatangi makam masing-masing leluhurnya untuk membacakan tahlil, istighotsah juga ayat-ayat Al-Qur'an, Sabtu (4/5).
Kegiatan yang biasa disebut nyekar bersama ini dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1440 Hijriyah. Sekitar pukul 16:00 WIB pemakaman umum yang berada di area persawahan sebelah utara Dusun Bajang mulai dipenuhi warga.
"Ini kegiatan rutin, yakni ziarah tiap akan memasuki bulan Ramadhan," ungkap tokoh masyarakat, Ustadz Sumarli Syafi'i Al-Hafidz.
Kegiatan dimulai dari pembacaan surat Yasin, kemudian dilanjutkan dengan Tahlil. Di sela-sela nyekar berlangsung, Ustadz Sumarli Syafi'i Al-Hafidz menyampaikan tazdkirah dengan tema "Ahli Kubur Seperti Orang Tenggelam".
Ia menyampaikan bahwa penghuni kubur seperti orang-orang tenggelam yang meminta pertolongan berupa doa. Mereka menanti datangnya doa dari anaknya, saudara, atau temannya. "Ketika mereka mendapatkannya, maka itu lebih ia sukai ketimbang dunia dengan seluruh isinya," tuturnya.
Ia kemudian mengutip Hadits nabi yang berbunyiĀ
Ų±ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ
Ų£ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ł
ŁŲ§ Ų§ŁŁŁ
ŁŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁ ŁŁŲØŁŲ±ŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŲŗŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲŗŁŁŁŁŲ«Ł
Artinya, "Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan seperti ghariqil mughawwats.
ŲØŁŁŁŲŖŁŲŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ“ŁŲÆŁŁŲÆŁŲ©Ł Ų£ŁŁŁ Ų§ŁŲ·ŁŁŲ§ŁŁŲØŁ ŁŁŲ£ŁŁŁ ŁŁŲŗŁŲ§Ų«Ł ŁŁŁŁŲŖŁŲøŁŲ±Ł ŲÆŁŲ¹ŁŁŁŲ©Ł ŲŖŁŁŁŲŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŲØŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁ Ų£ŁŲ®ŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁ ŲµŁŲÆŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲŁŁŁŲŖŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ Ų£ŁŲŁŲØŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§.
"Dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya," lanjutnya menjelaskan.
Dari penjelasan itu, imbuh dia, dapat dipahami betapa orang yang telah meninggal itu sebenarnya mengharapkan kiriman atau hadiah doa dari orang yang masih hidup.Ā
"Dengan kata lain, kiriman atau hadiah doa itu akan sangat berarti baginya, bahkan pahalanya pun akan sampai," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)