Daerah

Embarkasi Aceh Berangkatkan 5.500 Jamaah Haji, Tertua 101 Tahun, Termuda 15 Tahun

NU Online  ·  Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Embarkasi Aceh Berangkatkan 5.500 Jamaah Haji, Tertua 101 Tahun, Termuda 15 Tahun

Proses pelepasan jamaah haji Aceh. (Foto: dok istimewa/Helmi Abu Bakar)

Banda Aceh, NU Online

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan bahwa jamaah calon haji (JCH) tertua asal Aceh tahun ini berusia 101 tahun, sementara yang termuda berusia 15 tahun.


Jamaah tertua bernama Ramlah Sali, berasal dari Kota Langsa dan tergabung dalam Kloter 4. Meski telah berusia lebih dari satu abad, ia masih menunjukkan semangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji.


Sementara itu, jamaah termuda bernama Muhammad Al-Faruq Ad-Dawami, asal Kabupaten Bener Meriah, yang berusia 15 tahun dan tergabung dalam Kloter 14.


Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa tahun ini Embarkasi Aceh memberangkatkan sebanyak 5.500 JCH yang terdiri atas 2.174 jamaah laki-laki dan 3.326 jamaah perempuan. Seluruh jamaah terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter).


“Jamaah terbanyak berasal dari Kota Banda Aceh dengan jumlah 692 orang, sedangkan yang paling sedikit dari Kabupaten Simeulue sebanyak 27 orang,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa lalu.


Ia menjelaskan, sebagian besar JCH Aceh berada dalam usia produktif dengan kondisi fisik yang relatif stabil. Sekitar 57,8 persen jamaah berada pada usia produktif dan sehat, sementara 41,7 persen berusia di atas 60 tahun. Adapun 2,7 persen lainnya merupakan jamaah lanjut usia (lansia) berusia lebih dari 80 tahun.


Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, mengapresiasi semangat para jamaah haji, baik yang berusia lanjut maupun yang masih muda.


“Semangat para jamaah, terutama yang berusia lanjut, menjadi inspirasi bagi kita semua. Ini menunjukkan betapa pentingnya perjalanan spiritual ini dalam hidup mereka,” ujar Abu Sibreh.


Ketua PWNU Aceh itu juga memberikan nasihat kepada para jamaah agar menjalani ibadah haji dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.


“Ibadah haji adalah perjalanan suci yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga iman dan ketulusan hati. Semoga seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan memperoleh haji mabrur serta menjadi pribadi yang lebih baik dan tawadhu,” tuturnya.


Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan Aceh dan Indonesia agar senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan.


“Semoga Allah SWT menjaga Aceh dan Indonesia agar selalu dalam lindungan-Nya, diberkahi keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran,” doanya.


Pelepasan jamaah haji Aceh tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat. Mereka berharap seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar, sehat, dan penuh berkah.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang