Jember, NU Online
Manusia yang beragama pasti mendambakan bisa masuk surga. Sehingga siapapun akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan menuju karunia Allah yang tiada tara itu. Namun ternyata terdapat sebuah fakta bahwa surga-lah yang merindukan manusia.
“Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga,” tukas Rais Syuriyah MWCNU Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, KH Saiful Bahri Aminullah saat memberikan tausiyah dalam Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Al-Kholili, Kalisat, Jumat (10/5).
Sambil menukil sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW, Kiai Saiful merinci masing-masing golongan yang dirindukan surga tersebut. Pertama adalah orang yang rajin membaca Al-Quran. Membaca Al-Quran merupakan amalan yang sangat mulia.
“Membacanya sudah berpahala, apalagi sambil memahami isinya, karena Al-Quran adalah sumber hukum,” tukasnya.
Kedua adalah orang yang selalu menjaga lisannya. Menurut Kiai Saiful, lisan adalah salah satu panca indra yang sangat rawan. Lisan bisa menuntun manusia ke puncak kemuliaan, tapi pada saat yang sama bisa menjerumuskan manusia dalam jurang kehancuran.
“Maka jagalah lisan. Hati-hati kalau berbicara, jangan sampai menyakiti orang lain, apalagi di bulan puasa,” ungkapnya.
Ketiga adalah orang yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan. “Inilah sebenarnya salah satu tujuan orang berpuasa. Yaitu peka terhada penderitaan sesamanya,” urainya.
Dan keempat adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Orang jenis ini, kata Kiai Saiful, yang dirindukan surga tentu bukan sekadar berpuasa tanpa makan dan minum, tapi yang benar-benar bisa menahan dan mengendalikan hawa nafsunya.
“Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini agar bagaimana surga bisa merindukan kita,” pungkasnya di hadapan 100-an jamaah. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua