‘Fatayat Mengajar’ Bentengi Remaja dari Dampak Medsos
NU Online · Ahad, 26 Mei 2019 | 11:00 WIB
Karanganyar, NU Online
Derasnya arus informasi, baik melalui media sosial (medsos) maupun internet, sebagai efek dari kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi mereka yang cerdas dan bijak dalam menggunakannya.
Namun, di sisi lain hal tersebut juga dapat memberikan pengaruh negatif, termasuk dalam ranah keagamaan. Fenomena mengaji dengan cara instan via smartphone, cukup riskan karena dikhawatirkan salah dalam memilih referensi.
Untuk itulah, PAC Fatayat NU Karangpandan bersama tim dari Siber NU Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah memiliki program Fatayat Mengajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan jadi hal yang positif serta dapat membentengi generasi anak-anak dan remaja dari bahaya-bahaya yang datang dari luar, khususnya terkait soal akidah.
"Sasaran kita terutama anak-anak dan remaja. Kita berikan motivasi kepada mereka, juga pemahaman dasar tentang akidah Aswaja An-Nahdliyah. Harapannya hal ini bisa jadi benteng bagi mereka," terang ketua kegiatan Fatayat Mengajar Sri Rahayu, saat ditemui usai kegiatan di Masjid Nurul Iman Wonokeso, Doplang, Karangpandan, Sabtu (25/5).
Kegiatannya pun cukup meriah dan mengasyikkan. Selain pemberian materi pemahaman akidah, juga diselingi dengan pembacaan kisah para nabi, aneka permainan dan pemberian hadiah.
"Cukup bagus kegiatannya, bermanfaat untuk anak-anak TPQ. Dengan adanya program Fatayat Mengajar juga menjadi sarana evaluasi cara mengajar bagi para ustadz dan ustadzah di sini," tutur takmir Masjid Nurul Iman, Ustadz Nurrohman.
Dalam kesempatan yang sama, tim siber NU Karanganyar juga memberikan tambahan informasi mengenai manfaat dan bahaya dari penggunaan sosial media dan internet. "Kita sosialisasikan juga mengenai keberadaan NU Karanganyar di dunia media sosial, agar warga NU di sini semakin mudah mengikuti informasi dan perkembangan yang ada," papar Shokip Ashari, salah satu pegiat tim siber NU Karanganyar.
Menurut rencana, kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin dan berkeliling di lingkup wilayah Kabupaten Karanganyar. (Ajie Najmuddin/Aryudi AR).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua