Guru RA dan MI Diminta Tingkatkan Kualitas Pendidikan
NU Online · Kamis, 27 September 2012 | 12:14 WIB
Probolinggo, NU Online
Saat ini sudah tidak ada kompetisi yang saling fitnah. Semuanya bersaing secara sehat dalam hal prestasi. Sekarang kompetisinya bukan kuantitas, tetapi kualitas. Oleh karena itu, guru RA dan MI harus meningkatkan kualitas pendidikan di lembaganya masing-masing.<>
Demikian statemen yang disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo yang juga Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri silaturahim guru Raudatul Atfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo di Yayasan Riyadlus Sholihin Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/9) malam.
”Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak membeda-bedakan lembaga pendidikan madrasah maupun umum. Semua pendidikan mulai dari tingkat bawah hingga atas sudah disamakan. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mempererat tali yang sudah terbina dengan baik,” ujar Hasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo H. Bustomi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Asy’ari, Kabag Kesra Syafi’udin dan Kabag Pemerintahan Agus Mukson serta Muspika Tiris.
Menurut Hasan pendidikan menjadi prioritas utama bagi dalam pembangunan di Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Sebab saat ini mayoritas masyarakat Kabupaten Probolinggo sudah banyak yang berijasah SMA dan sederajat. ”Prioritas ini bertujuan supaya desa bisa diberdayakan oleh rakyat setempat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Hasan juga berpesan kepada guru RA dan MI se Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo untuk mendidik anak didiknya dengan baik supaya menjadi generasi muda yang berkualitas. Antara pelajaran teori dan praktek diharapkan bisa seimbang. ”Seimbangkan ilmu teori dan praktek sehingga bisa diterapkan dengan baik oleh anak didik di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kontributor : Syamsul Akbar
Redaktur : Mukafi Niam
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua