Sumenep, NU Online
Bermacam lomba digelar untuk mengasah potensi dan kreativitas pelajar NU dalam peringatan Hari Lahir ke-59 IPNU dan ke-58 IPPNU yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Rubaru, Sumenep, Ahad (3/3).<>
Beberapa lomba yang digelar adalah Lomba Hasta Karya, Nasyid Islami dan Cipta Puisi. Kegiatan yang dipusatkan di Madrasah Aliyah Nurul Mukhlisin tesebut juga dalam rangka pelantikan pengurus IPNU-IPPNU ditingkat sekolah.
Ketua PAC IPNU Rubaru, Munawir Sadhili, mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai ajang mengasah prestasi, disamping sebagai sarana ekspresi dan unjuk karya para pelajar NU yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Ia menyebutkan, ruang ekspresi yang berhubungan dengan kekaryaan, seperti nasyid banyak diabaikan oleh generasi muda karena lebih gandrung pada lagu-lagu bergenre pop.”Inisiatif kami hanya agar para pemuda NU tidak melupakan tradisinya,” tuturnya, Ahad (3/3).
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin, Abdul Wasid, mengungkapkan, kegiatan sejenis sangat jarang hasta karya mulai jarang dilakukan oleh warga NU. “Padahal sangat penting untuk mendidik intelektualitas maupun mental para siswa,” tegasnya.
Ia bahkan melihat NU seperti golongan filistin yang kurang menghargai nilai-nilai budaya, terutama karya seni.
Ia berjanji, pihaknya akan mendorong golongan NU terutama di wiliyah Rubaru untuk mencintai karya seni yang mengungkap nafas-nafas Islam.
“Sehingga seni tersebut tidak dijauhi dan bahkan tidak berkembang gara-gara pemahaman yang picik dari oknum tertentu. Terutama oknum yang memberikan tafsir tunggal, one sided terhadap ajaran Islam,” terang Wasid.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: M. Kamil Akhyari
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua