Harlah Ke-94 NU, Santri Nurul Huda Khatamkan Kitab Risalah Aswaja karya Mbah Hasyim
NU Online · Selasa, 11 Februari 2020 | 14:15 WIB
Hadir dalam khataman ini Ketua LBM PWNU DKI Jakarta KH Mukti Ali Qusyairi sebagai pembaca kitab tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama 11 jam ini, (pukul 09.30–22.30) dihadiri lebih dari dua ribu santri, pengasuh Pesantren Modern Nurul Huda, pengurus harian PCNU Bekasi, Pagarnusa, dan LBM PWNU DKI Jakarta.
Pengasuh Pesantren Nurul Huda KH Atok Romli Musthafa mengatakan, “Tujuan diadakannya pengajian kitab ini untuk mengisi Harlah Ke-94 NU, menumbuhkan kecintaan para santri dan masyarakat Muslim secara umum kepada literasi, mengenalkan kitab karya pendiri NU, dan menyosialisasikan paham Ahlussunnah wal Jamaah langsung dari kitab pendiri NU sebagai ulama garda depan Aswaja.”
Khataman kitab dilakukan dengan cara pemaknaan terjemah kata per kata dan diberi penjelasan jika ada keterangan yang penting sampai khatam seharian, selama 11 jam diselangi shalat, istirahat, dan makan siang. Sedangkan waktu efektifnya digunakan untuk mengaji selama 8 jam.
“Para peserta pengajian bersemangat dari awal hingga selesai pengajian,” kata Kiai Atok Romli Musthafa.
Kiai Mukti Ali Qusyairi mengatakan, transmisi (sanad) keilmuan dirinya bersambung ke Mbah Hasyim dari beberapa jalur, yaitu jalur Pesantren Lirboyo Kediri yang didirikan oleh KH Abdul Karim, sahabat mondok Mbah Hasyim di Pesantren Syekh Cholil Bangkalan Madura.
Kiai Mukti juga murid KH Rosichun Zakariya (Magelang) dan KH Ali Musthafa (Nganjuk). Keduanya murid KH Muhammad Ishom Adzhiq, pengasuh Pesantren Tebuireng, cucu Mbah Hasyim. Gus Ishom ini berjasa dalam mengumpulkan, menulis ulang, dan mengedit (tahqiq) sehingga karya Mbah Hasyim dapat dibaca oleh publik.
Di dalam kata pengantar kitab, Gus Ishom mengatakan, kitab ini sangat dibutuhkan oleh umat Islam untuk mengokohkan akidah dan mendorong untuk bergabung dengan al-firqah al-najiyah (golongan yang selamat) yaitu golongan Ahlisunnah wal Jama’ah.
Karya ulama yang memiliki kapasitas ilmu yang mendalam, alim, dan kompeten sekaliber Mbah Hasyim harus dicetak dan dibaca serta diambil pandangan-pandangannya oleh umat Islam. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam tidak mengambil fatwa dan pendapat seorang yang tidak memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.
Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua