Jember, NU Online
Katib Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, MN Harisudin berharap agar masyarakat, khususnya pendukung masing-masing pasangan calon presiden untuk berlapang dada dalam menerima apapun hasil Pilpres 2019. Sebab, jika tidak berlapang dada, maka yang terjadi adalah kerisauan hati sepanjang waktu, dan itu membahayakan. Menurutnya, manusia hanya sebatas berusaha, namun hasil akhir dari usaha itu adalah hak prerogatif Allah untuk menentukan.
“Lapang dada penting, bahkan harus agar hati terdidik untuk menerima tadkir Allah. Kalau terjadi perselisihan, silahkan tempuh mekanisme yang ada. Tidak perlu bertindak di luar jalur yang ada,” ucapnya kepada NU Online di Jember, Jumat (19/4).
Setelah Pemilu usai, semestinya masyarakat yang sudah terpolarisasi dalam dua kubu bisa bersatu kembali menjadi keluarga besar Indonesia yang guyub dan santun. Kendati demikian, Haris mengingatkan agar masyarakat bisa mengawal janji-janji pasangan calon presiden dalam lima tahun kedepan.
“Harus dikawal dan ditagih apa saja janji-janji yang mereka sampaikan saat kampanye,” lanjutnya.
Harapan serupa juga disampaikan Ketua PCNU Kencong, Jember, KH Zainil Ghulam. Menurutnya, Pemilu yang berlangsung tanggal 17 April 2019, telah berjalan dengan aman, tertib, dan jujur. Ia mengimbau agar masyarakat tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Siapapun (presiden) yang terpilih harus kita hormati, karena dia adalah pilihan rakyat,” ungkapnya kepada NU Online melalui sambungan telepon.
Gus Ghulam, sapaan akrabnya, berharap agar presiden terpilih nanti dapat membawa kemashlahatan bagi bangsa dan negara. Sehingga Pemilu yang telah menghabiskan anggaran triliunan rupiah itu tidak sekadar menghasilkan mandataris rakyat, tapi juga bermanfaat untuk seluruh bangsa Indonesia.
“Itu saya kira harapan kita semua,” pungkasnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua