Hasil Bazar di Halaman Rumah Gus Dur Tembus Rp 150 Juta
NU Online · Senin, 6 Juli 2015 | 03:30 WIB
Jakarta, NU Online
Kegiatan Bazar (pasar murah) yang digelar Yayasan Puan Amal Hayati di halaman rumah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahad (5/7), berlangsung sukses. Hasil penjualannya menembus angka 150 juta rupiah.<>
Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia Bazar David Chaerul kepada NU Online usai memberikan hasil donasi bazar kepada Ketua Yayasan Puan Amal Hayati Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ahad sore. Puan Amal Hayati adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pemberdayaan perempuan. Penyelenggaraan pasar murah ini bekerja sama dengan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki).
“Hasil 150 juta tadi itu kami serahkan semua kepada ibu. Sebenarnya, dari harga asli barangnya itu sekitar 346 juta. Karena kita jual dengan diskon lebih dari 50 persen, jadinya 150 aja yang kita hasilkan. Memang itu semua untuk Yayasan yang dipimpin Ibu Sinta,” ungkap David.
Karena kesibukan Sinta Nuriyah yang luar biasa saat Ramadhan, lanjut David, bazar murah bertema “Tiada Syukur Tanpa Perduli” tersebut sengaja dilakukan pada saat yang tepat. “Jadwalnya memang kami sesuaikan dengan waktunya Ibu Sinta,” ujar David.
Menurut David, timnya dikerahkan memang untuk kerja sosial. Ia melihat Yayasan Puan juga konsen dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Bagi kami, KDRT itu kekerasan yang paling bahaya. Kami nggak suka itu. Cikal bakalnya kan dari situ. Lalu berkembang hingga ke masyarakat,” ujarnya.
Atas nama timnya dari PERDUKI, David Chaerul sangat menaruh hormat kepada timnya Ibu Sinta Nuriyah lantaran gaya bicara dan pembawaannya sungguh membuat mereka terpana.
“Saya angkat topi sama para pengurus Yayasan Puan. Mereka bicaranya sama seperti ibu yaa, pakai hati. Hati kan nggak ada yang berdusta. Allah kan melihatnya hati. Itu yang saya suka. Terpenting, apa yang diberi dengan hati, pasti akan menyentuh hati,” tandasnya.
Meski baru pertama kali bekerjasama dengan Yayasan Puan, David menilai, tidak ada sesuatu yang kebetulan. Semua telah ditakdirkan oleh Allah. “Buat Allah nggak ada yang kebetulan. Sudah ada skenario dari-Nya. Semua tercatat arahnya ke sini ke situ. Saya hanya percaya itu. Saya amini. Allah kita satu, nggak ada yang dua,” ujarnya mantap.
Ke depan, kata David, kegiatan sosial ini lebih diarahkan ke yatim piatu. “Untuk masa yang akan datang, mustinya lebih baik. Dan saya berharap, saya nggak jadi ketua panitia. Capek. Hahaha,” pungkasnya seraya tertawa lepas. (Musthofa Asrori/Mahbib)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua