Sidoarjo, NU Online
Ratusan warga Nahdliyin asal desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menggelar doa bersama untuk memperingati Haul Al Maghfurlah KH Achmad Aruqot dan para ulama se-Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Senin (11/5) kemarin.<>
Peringatan wafatnya KH Achmad Aruqot cucu dari KH Bakri prajurit Pangeran Diponegoro ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Muta'alimin Muta'alimat di desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo. Mereka melakukan doa bersama untuk mengenang jasa-jasa para ulama dan para Kiai se-Kedungcangkring dengan bertahlil bersama.
Haul KH Achmad Aruqot yang ke-46 dihadiri beberapa tokoh dan ulama desa maupun dari pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo. Doa bersama di pimpin oleh penerus pondok pesantren diantaranya KH Muhaimin dan sejumlah keturunan dari KH Achmad Aruqot.
Menurut cucu KH Achmad Aruqot, H Agus Surur Asif mengatakan bahwa kakeknya telah meninggal dunia pada tahun sekitar 1968 lantaran terkena penyakit tua. Kiai Aruqot konon adalah seorang petani dan dikenal sebagai seorang seniman yang menciptakan lirik lagu tembang sholawat klasik Jawa di desa Kedungcangkring Jabon Sidoarjo.
"Semasa hidupnya (KH Achmad Aruqot) adalah tokoh, ulama yang mempunyai kharisma yang disegani oleh para tokoh ulama yang ada di Sidoarjo. Diantaranya tokoh masa itu yang sering mengunjungi KH Achmad Aruqot adalah KH Ali Mas'Ud Pagerwojo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo yang aslinya berasal dari Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo," kata H Agus Surur Asif mengenang masa hidup kakeknya. (Moh Kholidun/Anam)
Terpopuler
1
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
2
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
3
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Riang
4
Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG Rilis Data Hilal, Kapan 1 Ramadhan 1446 H?
5
Analisis Prakiraan 1 Ramadhan 1446 H
6
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
Terkini
Lihat Semua