Ibu Korban Indoktrinasi Salafi Mengadu ke PCNU Jember
NU Online · Rabu, 12 Februari 2014 | 07:30 WIB
Jember, NU Online
Nurhidayati datang ke kantor PCNU Jember. Ia mengadukan gejala aneh yang menimpa anak remajanya. Disinyalir anaknya telah diindoktrinasi kelompok Salafi. Anaknya, kata Nurhidayati, semula pendiam dan penurut. Namun belakangan ia menjadi pemarah dan kerap melawan orang tuanya.
<>
“Semula anak saya belajar mengaji Al-Quran kepada ustadz dari aliran tersebut. Namun setelah satu tahun, semuanya berubah,” terang Nurhidayati kepada NU Oniline di kantor PCNU Jember, Selasa, (11/2).
Nurhidayati yang tinggal di Perum Pondokgede Jember menuturkan, saat ini anaknya suka mencela dan menghina amalan orang lain termasuk Aswaja yang dinilainya sebagai ahlu bid’ah. Padahal usia anak remajanya baru 14 tahun. Atas dorongan para ustadz, anaknya minta mondok di pesantren Salafi tersebut.
“Saya bilang, ibu belum ridha. Tapi dia marah luar biasa. Sambil membawa pisau dia bilang, ‘Siapapun yang berani menghalangiku, hadapi aku atau bunuh aku,’” katanya menirukan ancaman anaknya.
Nurhidayati datang ke kantor PCNU membawa pengaduan resmi yang ditembuskan ke Komnas HAM dan Bakesbanglinmas Jember. Sementara Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus NU dan banom NU untuk menyikapi hal tersebut.
“Saya yakin masih banyak warga lain yang menjadi korban indoktrinasi kelompok Salafi,” kata KH Misbahussalam.
Gerakan kelompok salafi-wahabi di Jember tampak semakin massif. Selain mempunyai pesantren dengan masjid cukup megah di lingkungan Sumberpakem kelurahan Kranjingan kecamatan Sumbersari, mereka juga menerbitkan buletin al-Ilmu yang dibagikan secara gratis ke masjid-masjid. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua