Nasional

Inovasi Penguatan Budaya Keselamatan Pasien, RSI NU Demak Juara II Nasional Pertemuan Ilmiah 2026

NU Online  ·  Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Inovasi Penguatan Budaya Keselamatan Pasien, RSI NU Demak Juara II Nasional Pertemuan Ilmiah 2026

Penyerahan piagam kepada RSI NU Demak, Jumat (7/8/2026) (Foto: istimewa)

Bandung, NU Online

Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak kembali mengharumkan nama Kabupaten Demak dan jaringan rumah sakit Nahdlatul Ulama di tingkat nasional. Kali ini, RSI NU Demak berhasil meraih Juara II Nasional pada Lomba Presentasi Oral kategori Implementasi Hasil Pelatihan KARS & Sertifikasi dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Semiloka Nasional (Pitselnas) X dan KARS Expo 2026.

 

Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink, Bandung, Jawa Barat. Kategori Implementasi Hasil Pelatihan KARS dan Sertifikasi merupakan salah satu dari tujuh subtopik yang diperlombakan.

 

Prestasi RSI NU Demak diraih melalui karya ilmiah berjudul Penguatan Budaya Keselamatan Pasien Berbasis Hasil Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) AHRQ Versi 1.0 (Laporan Peningkatan Mutu di Rumah Sakit Islam NU Demak Tahun 2026).

 

Dalam kompetisi tersebut, RSI NU Demak diwakili oleh Direktur dr Abdul Aziz dan staf Akhmad Safi'i.

 

"Presentasi yang dibawakan mengangkat pengalaman RSI NU Demak dalam memperkuat budaya keselamatan pasien melalui pemanfaatan hasil Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) AHRQ Versi 1.0 sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu rumah sakit," kata Abdul Aziz..

 

Dia menjelaskan hasil survei tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi area prioritas perbaikan, menyusun intervensi yang tepat sasaran, serta memperkuat budaya pelaporan insiden, komunikasi terbuka, pembelajaran organisasi, dan penerapan just culture secara berkelanjutan.

 

Dalam proses penilaian, dewan juri memberikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan RSI NU Demak karena dinilai mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara hasil survei budaya keselamatan pasien dengan implementasi program peningkatan mutu di rumah sakit.

 

Penyajian berbasis data, sistematis, serta menunjukkan tindak lanjut dan dampak implementasi menjadi nilai lebih dalam presentasi tersebut.

 

Direktur RSI NU Demak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam pengembangan budaya mutu dan keselamatan pasien.

 

“Prestasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh civitas hospitalia dalam membangun budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan,” ungkapnya.

 

Presentasi RSI NU Demak juga memperoleh tanggapan positif dari peserta berbagai rumah sakit di Indonesia. Sejumlah peserta menyampaikan ketertarikannya terhadap pendekatan yang dilakukan RSI NU Demak dalam memanfaatkan hasil survei HSOPSC sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu.


Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi salah satu praktik baik (best practice) yang dapat diadaptasi oleh rumah sakit lain dalam membangun budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan.


Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu), HM Zufikar As'ad (Gus Ufik), menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih RSI NU Demak.

 

“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa rumah sakit di lingkungan ARSINU mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi yang berbasis data dan implementasi nyata di lapangan,” ujarnya.

 

Ia mengatakan keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi rumah sakit-rumah sakit NU lainnya untuk terus mengembangkan budaya mutu, memperkuat implementasi standar akreditasi, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berpusat pada pasien.


“Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi rumah sakit-rumah sakit NU lainnya untuk terus mengembangkan budaya mutu, memperkuat implementasi standar akreditasi, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berpusat pada pasien,” lanjutnya.

 

Pencapaian Juara II Nasional menjadi bukti bahwa implementasi hasil pelatihan dan sertifikasi KARS di RSI NU Demak tidak berhenti pada aspek pemenuhan standar akreditasi. Hal itu juga diwujudkan melalui inovasi yang memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.


Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen RSI NU Demak sebagai rumah sakit yang tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi berbasis bukti (evidence-based quality improvement).


"​​​​​​​RSI NU Demak juga diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan praktik baik dalam pengembangan budaya keselamatan pasien di Indonesia." pungkas Gus Ufik..

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang