Pamekasan, NU Online
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pamekasan Madura membidik para pemuda yang tergabung dalam komunitas pembalap liar di Kecamatan Kota Pamekasan. Pasalnya, komunitas tersebut hakikatnya memerlukan penyadaran, baik dari pemerintah termasuk dari organisasi kepemudaan semacam IPNU.<>
Pantauan NU Online selama ini, kalangan pemuda yang tergabung dalam komunitas liar tersebut cukup meresahkan. Sebab, sekalipun mereka beraksi di tengah malam dan jarang kendaraan berlalu lalang, belum lama ini telah menelan korban. Dua orang dari anggota komunitas tersebut tak tertolong karena menghantam tembok besar di area kota.
Ahmad Nasiruddin, Ketua IPNU Pamekasan, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya menjalin kerja sama dengan aparat setempat untuk menyikapi kenyataan di atas. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pendekatan langsung kepada para pemuda komunitas pembalap liar.
“Hakikatnya, area monumen Arek Lancor yang cukup luas, sudah mereka jadikan ajang menyalurkan bakat. Dan mereka menjadi tontonan menyenangkan bagi masyarakat yang sedang menyantaikan diri di taman Arek Lancor,” terangnya menjelaskan.
Sementara itu, dari pemerintah setempat, sebenarnya sudah ada upaya dengan menggelar patroli tiap malam. Hanya saja, hal itu kini tidak ditradisikan secara berkesinambungan. Akibatnya, komunitas balap liar kembali merebak.
Faisol Ansori, tokoh IPNU Pamekasan, menyatakan bahwa pendekatan emosional secara langsung diharapkan dapat memberikan kesadaran. Pasalnya, tindakan tegas dari aparat setempat dirasa kurang efektif manakala tidak diimbangi dengan pendekatan emosional.
“Adakalanya, para pemuda itu butuh perhatian. Karenanya, pendekatan secara emosional penting digalakkan secara ikhlas dan berkesinambungan,” tukasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Hairul Anam
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua