Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur, membentuk Lembaga Konseling Pelajar (LKP). Lembaga baru itu merupakan pusat informasi dan pelatihan bagi pelajar yang juga dirancang sebagai sarana pendampingan kepada pelajar SMP dan SMA.
Jumat (1/2) lalu, mereka menggelar seminar dan workshop bertajuk “Waspada Bahaya Cinta Segitiga: Narkoba, Seks Bebas, dan HIV/AIDS pada Remaja”. Acara yang diselenggarakan di Gedung IFSC Tanggulangin, Sidoarjo, itu, merupakan bagian dari penyusunan konsep program LKP bersama 42 pimpinan cabang IPPNU s-Jatim.<>
“Pada akhirnya nanti, akan ada 10 pimpinan cabang yang disepakati untuk dijadikan proyek percontohan LKP. Namun, juga tidak menutup kemungkinan akan diikuti beberapa pimpinan cabang lainnya jika program ini berhasil,” ungkap Widia Shofa, Ketua PW IPPNU Jatim, seperti dilaporkan Kontributor NU Online di Sidoarjo, Zakiyatul Mufidah.
Selain untuk memberikan sumbangsih nyata bagi pelajar, mekanisme dan konsep program LKP sengaja cukup profesional. “Harapanya, secara kelembagaan, IPPNU bisa selangkah lebih maju, bekerja profesional, dan mampu menawarkan program ketimbang hanya menwarkan proposal” ungkapnya.
Dalam prosesnya, ternyata telah ditemukan data bahwa minimnya layanan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja di daerah, sangat berpengaruh terhadap angka penderita Infeksi Menular Seksual serta penderita HIV/AIDS.
Nunuk Lestari, Program Manager Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provisi Jatim, mengatakan, pihaknya akan membuka peluang sebesar-besarnya untuk IPPNU untuk berjejaring dan bekerja sama dalam penanganan permasalahan KRR.
“Pada prinsipnya, kami sangat mendukung program yang diprakarsai adik-adik IPPNU, karena kami juga mempunyai garapan program yang sama. Jadi, apa salahnya jika nanti bisa bekerja sama,” ungkapnya.
Dalam satu bulan mendatang, PW IPPNU Jatim akan melakukan penilaian di seluruh cabang di Jatim serta mematangkan konsep program sebelum LKP benar-benar diluncurkan di hadapan publik. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua