Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar
NU Online · Rabu, 28 Mei 2014 | 16:01 WIB
Ngawi, NU Online
Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang bertempat di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (27/6).<>
Diklat Banser ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan Islam radikal yang berusaha merongrong NKRI yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut.
Agus wahyudi panitia pelenggara mengatakan, dalam Diklat Banser kali ini peserta dilatih untuk mengusai materi-materi Diklat diantaranya peraturan lalu lintas, keorganisasian, wawasan kebangsaan, bela negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.
“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus Wahyudi panitia Diklat Banser.
Lebih lanjut agus mengatakan, Diklat Banser dihadiri oleh Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron dua kesatuan ini sengaja dihadirkan untuk membantu melatih peserta Diklat agar menjadi kader tangguh dan profesional.
Selain itu, ungkap agus, diakhir acara Diklat nanti panitia juga menggelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron dilanjut dengan gemblengan kanuragan. Gemblengan kanuragan akan dipimpin Kiai Dumami.
“Panitia juga menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj dilanjutkan di malam terakhir peserta akan diberi gemblengan khusus (kanuragan). Agar peserta banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” ungkapnya. (Agus Susanto/Anam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua