Jika Memang Berkualitas, Orang akan Malu Pakai Politik Identitas
NU Online · Selasa, 14 Maret 2023 | 18:30 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Bandarlampung, NU Online
Politik identitas menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat terlebih memasuki tahun politik 2024. Dengan cara ini, para pelaku politik identitas mencoba mengambil hati masyarakat dengan kesamaan identitas-identitas yang diharapkan mampu menumbuhkan simpati, kesamaan visi, kedekatan psikologi sehingga para pemilih akan jatuh hati.
Pemanfaatan politik identitas sebenarnya tidak akan terjadi jika pihak-pihak yang memainkannya memang berkualitas. Jika mereka memiliki kualitas diri dan memang layak serta mampu menyampaikan visi dan gagasan berkualitasnya kepada masyarakat, politik identitas tidak akan digunakan.
"Kalau itu (kualitas dan gagasan) semuanya jalan, orang tidak akan lagi menggunakan politik identitas. Malu menggunakan politik identitas," ungkap Akademisi dari Walisongo Mediation Center (WMC), Sukendar saat menyampaikan materi tentang identitas dalam acara peningkatan kapasitas resolusi konflik bagi pengurus FKUB dan tokoh agama di Hotel Spring Hill Bandarlampung, Provinsi Lampung, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga
Politik Identitas Islam di Jawa Barat
Ia mengungkapkan bahwa politik menjadi hal yang menarik di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kuatnya politik dalam menentukan akses ekonomi. Tidak seperti di beberapa negara yang menjadikan posisi politisi tidak menarik karena secara ekonomi masih kalah pendapatannya dengan profesi lain.
Ia pun mengungkapkan motif para pelaku menggunakan politik identitas di antaranya efektivitas cara tersebut untuk memobilisasi pemilih. Selain dinilai efektif, politik identitas pun tidak memerlukan biaya tinggi sehingga tidak mengurangi anggaran finansial politik.
Namun, di balik itu, ia mengungkapkan bahaya penggunaan politik identitas yang dalam sejarah banyak menjadikan bangsa-bangsa di berbagai penjuru dunia terpecah belah dan menjadikan warga negaranya sengsara. Politik identitas dalam lintasan sejarah banyak membawa kepada peperangan dan menjauh dari kemaslahatan.
"Maka kita bersyukur sekali Indonesia yang memiliki ragam identitas dari mulai agama, suku, dan budaya mampu dikelola dengan baik melalui Bhineka Tunggal Ika. Keragaman ini tidak dipertentangkan namun keragaman menjadi sebuah kekuatan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB Lampung Selatan KH Rafiq Uddin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengenal dengan baik siapa nantinya yang akan dipilih berdasarkan kualitasnya. Di antara ciri berkualitas menurutnya adalah ketakwaan atau rasa takut seseorang untuk melanggar perintah Allah.
Jika semua calon mampu melakukan tugas pokok dan fungsinya dengan amanah dan baik, menurutnya mereka tidak perlu memanfaatkan identitas untuk meraup suara dari masyarakat.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua