Jepara, NU Online
Suasana kebersamaan tampak dalam bancakan kupat lepet. Seperti yang dilakukan kaum Musholla Baitur Rohman desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan, Ahad pagi (26/8). Untuk mengumpulkan kaum, seorang warga seorang memanggil-memanggil yang lain lewat spiker.
<>
“Monggo-monggo kang bancakan! Niki sampun ditenggo ten musholla.” Kemudian satu persatu warga menuju sumber suara dengan membawa wadah berisi kupat lepet.
Kupat lepet beserta lauknya dikumpulkan menjadi satu. Setelah kumpul dibagikan rata. Tiap 2-4 orang memperoleh satu nampan yang berisi makanan khas lebaran ketupat tersebut.
Nadlir musholla, KH Muchlisul Hadi dalam uraiannya menyampaikan bancakan kupat lepet merupakan hari raya bagi umat Islam yang menunaikan puasa sunnah selepas Idul Fitri. “Bancakan adalah hari raya bagi yang melaksanakan puasa tatabuk. Adapun yang tidak puasa juga boleh ikutnya merayakannya,” urainya.
Sebelum bancakan disantap diawali terlebih dahulu dengan bacaan tahlil yang diimami oleh K Khoirul Kamal. Dilanjutkan doa oleh Kiai Muchlis yang juga syuriyah MWC NU Kalinyamatan.
Prosesi doa bersama usai. Untuk menyantap hidangan caranya berbeda-beda. Ada yang dari rumah sudah menyiapkan sendok. Ada juga sendok plastik yang sudah disediakan pembaca sedekah bancakan. Ada pula dengan tangan kosong dengan cara memuluknya.
Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor: Syaiful Mustaqim
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
3
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
4
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
6
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
Terkini
Lihat Semua