Bojonegoro, NU Online
Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Ahad (16/8/2013) menggelar konferensi pertama. Konferensi perdana ini dilaksanakan oleh MWC NU Gayam sehubungan dengan status Kecamatan Gayam sebagai kecamatan baru.
<>
Sebelumnya, Kecamatan Gayam menjadi satu dengan Kecamatan Ngasem, setelah adanya kesepakatan dan pertimbangan semua pihak, terjadi pemekaran. Nampak konferensi ini dilaksanakan sejak pukul 14.00 WIB di Aula SMA Islam Nurul Ulum Desa/Kecamatan Gayam.
Terlihat tokoh yang menghadiri acara tersebut Rais Syuriyah PC NU Kabupaten Bojonegoro Misbah Syakur dan tamu undangan serta peserta konferensi dari Ranting-Ranting yang berada di desa di kecamatan setempat. Diantaranya, Pengurus Ranting Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Cengungklung, Katur, Sudu dan beberapa desa lainnya.
Menurut Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro Misbah Syakur, pembentukan MWC NU Gayam ini sebagai bentuk pengembangan ajaran ahlussunah wal jamaah. Terlebih, karena Gayam termasuk wilayah pengeboran Migas, diharapkan pengurus MWC bisa lebih ekstra menjaga akhlak-akhlak islami masyarakat.
"Karena Gayam ini tempat ekspatriat atau orang asing, sudah barang tentu Islam kita akan menjadi Islam yang liberal karena tercampur dengan budaya asing," ucapnya saat sambutan di depan peserta konferensi.
Menurutnya, jangan sampai warga di wilayah kepengurusan menjadi semakin jauh dari nilai Islam karena banyaknya budaya yang masuk.
"Bojonegoro harus dibentengi dari ajaran liberal dan fundamental, dan itu tugas mutlak ahlussunah wal jamaah," sambungnya.
Selain itu, sidang demi sidang dijalani dengan penuh semangat oleh para peserta yang hadir, bahkan saat sidang tata tertib terlihat banyak argumentasi bermunculan, hal itu dimaksudkan untuk merumuskan NU supaya berjalan baik di Gayam.
"Puasa tidak menghambat ghiroh kami untuk memperjuangkan ajaran ahlussunah wal jamaah," kata salah satu peserta sidang yang tak mau disebutkan namanya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: M. Yazid
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua