Daerah

Kejuaraan Futsal 2026, IPNU-IPPNU Bantul Konsisten Jadi Wadah Pengembangan Talenta Muda 

NU Online  ·  Senin, 8 Juni 2026 | 08:00 WIB

Kejuaraan Futsal 2026, IPNU-IPPNU Bantul Konsisten Jadi Wadah Pengembangan Talenta Muda 

Futsal Championship 2026 di Lapangan Futsal The Reds, Ahad (7/6/2026). (Foto: Yulia D. Kustari)

Bantul, NU Online

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-dan Ikatan Pelajar Putrri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Bantul Yogyakarta menggelar kompetisi Futsal Championship 2026 di Lapangan Futsal The Reds, Ahad (7/6/2026).

 

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian besar Pelajar Bantul Fest 2026 ini diikuti oleh 16 tim futsal pelajar dan santri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan rentang usia 14–24 tahun.
 

Turnamen ini menegaskan posisi PC IPNU-IPPNU Bantul sebagai wadah strategis dalam pengembangan talenta muda. Setelah kompetisi yang sengit dan menjunjung tinggi sportivitas, Tim Futsal Ali Maksum keluar sebagai Juara 1, disusul oleh Tim Futsal Alma Legend di posisi kedua, dan Tim Futsal Al Baroqah sebagai Juara 3.
 

Apresiasi tinggi datang dari Kapolres Bantul yang diwakili oleh Ipda Dody Sri Sancoyo. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pelajar Bantul ini.

 

"Kapolres Bantul mendukung penuh kegiatan positif ini yang diharapkan dapat menumbuhkan sportivitas dalam kompetisi," ujar Ipda Dody.
 

Ketua PC IPNU Bantul, Ahmad Najib, menegaskan bahwa acara ini melampaui sekadar turnamen olahraga. Melalui event ini, organisasi berkomitmen penuh untuk membangun awareness di kalangan pelajar, santri, dan pemuda terhadap eksistensi PC IPNU-IPPNU Bantul serta merangkul semua kalangan untuk mendorong inklusivitas organisasi.

 

"Acara ini bukan hanya sekedar kompetisi olahraga, tetapi juga bukti dari komitmen kami PC IPNU-IPPNU Bantul yang konsisten menjadi wadah bagi talenta muda dalam mengembangkan skill dan bakat mereka," tutur Ahmad Najib.
 

 

Najib menambahkan bahwa Futsal Championship ini adalah langkah strategis untuk merangkul semua kalangan demi mendorong inklusivitas organisasi, sekaligus menjadi sarana kaderisasi informal.
 

Ketua Panitia, Fuad Hasan, juga berpesan agar momentum ini dijadikan sebagai ajang perekat silaturahmi antara pelajar, santri, dan pemuda. "Kompetisi hari ini bukan sekedar tentang menang dan kalah, tapi tentang keberanian untuk berkompetisi, semangat untuk berprestasi, dan komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya.

 

Kontributor: Yulia D. Kustari
 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang