Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam
NU Online · Ahad, 17 Juni 2012 | 07:11 WIB
Pringsewu, NU Online
Peringatan hari lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan pada Sabtu (16/6) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu Lampung mengambil tema “Bumikan Al-Qur’an dan Shalawat Melalui Harlah NU.”<>
“Kegiatan ini merupakan muara dari serangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan hari lahir NU,” papar Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu KH. Mahfudz Ali. “Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan metode membaca Al-qur’an, sem'aan Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib dan diakhiri dengan Gema shalawat yang diikuti oleh grup shalawat yang ada di Kabupaten Pringsewu.” tambahnya.
Gema shalawat diselingi dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan beberapa tokoh NU lokal pringsewu seperti KH Fuad Abdillah (pengasuh Pondok Pesantren Putri Nurul Huda Pringsewu) dan KH Sujadi Saddad (Mustasyar PCNU Pringsewu) yang juga merupakan Bupati Pringsewu.
Dalam tausyiahnya, KH Fuad Abdillah menekankan pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena perintah tersebut secara jelas tertulis di dalam Al-Qur’an.
Dalam kesempatan itu ia meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan keberadaan Grup-Grup shalawat yang ada di daerah Kabupaten Pringsewu sebagai sarana syiar Islam untuk para generasi muda yang mana sekarang sudah cenderung lebih suka lagu pop dan barat dari pada lagu-lagu yang bernafaskan Islam.
Merespon harapan ini, KH Sujadi Saddad mengharapkan do’a dari seluruh warga nahdliyyin di kabupaten Pringsewu agar dalam masa kepemimpinannya harapan-harapan dari seluruh warga dapat terealisasikan dengan segera. Dalam tausiyahnya ia menyampaikan sembilan poin penting yang harus diciptakan di Kabupaten Pringsewu. 9 poin tersebut terangkum dalam Motto Kabupaten Pringsewu yaitu Bersenyum Manis (Bersih, Sehat, Ekonomis, Nyaman, Unggul, Maju, Mandiri, Aman dan Agamis).
Dengan moto yang identik dengan angka NU yaitu 9, diharapkan warga Kabupaten Pringsewu khususnya warga NU, mampu melaksanakan motto tersebut sehingga motto tersebut bukan cuma formalitas belaka namun merupakan sebuah misi yang harus disukseskan bersama.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 dan berakhir pada pukul 23.30 ini dihadiri oleh segenap Pengurus Cabang NU, MWC, dan ranting NU di Kabupaten Pringsewu. Nampak hadir pula Badan otonom NU seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU.
Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah Muhammad Faizin menjelaskan, kegiatan harlah tahun ini yang merupakan Harlah ke 89 tidak mengambil patokan kelahiran NU di tahun Masehi namun menggunakan penanggalan tahun Hijriyah.
Faizin juga mengharapkan kegiatan Peringatan Harlah kali ini yang mengusung konsep Tabligh akbar dan diselingi dengan gema shalawat, dapat menjadi contoh kegiatan yang menarik dan terus dilakukan di masa mendatang karena kegiatan seperti ini dapat membuat suasana kegiatan tidak menjenuhkan.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua