AFS Noval Djuwawin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membantah bahwa dirinya dicopot dari jabatannya. Menurutnya, pengukuhan pengganti dirinya, Ali Mustofa, pada Jumat (11/4) lalu, tidak sah.
Bantahan itu disampaikan Wakil Ketua MWC NU Jatibarang, Basir, di kantornya Jalan Janegara, Jatibarang, Brebes, Selasa (22/4). “Pengukuhan Ali Mustofa sebagai Ketua MWC itu tidak sah dan melanggar konstitusi organisasi,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Wasdiun.<>
Noval dicopot karena diketahui merangkap jabatan sebagai Ketua PAC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setempat. Posisinya kemudian digantikan Ali Mustofa yang sebelumnya merupakan ketua caretaker yang ditunjuk Pengurus Cabang NU Kabupaten Brebes sebagai pelaksana kekosongan ketua.
Namun demikian, Basir menjelaskan, sejak awal, kekeliruan ada pada PCNU yang secara serampangan menunjuk careteker. “Mengapa yang ditunjuk itu orang di luar struktur MWC NU? Seharusnya, kan, wakil ketuanya atau pengurus harian lainnya. Ali juga Sekretaris PAC PKB. Ini mau apa-apaan?” gugat Basir.
Lagi pula, imbuhnya, orang-orang yang hadir pada saat musyawarah pengukuhan itu bukan pengurus ranting yang sah. “Masa pengurus ranting hanya cawelan? Harusnya pakai aturan organisasi. Jangan main cawel orang saja lalu kemudian disuruh mengakui Ali Mustofa sebagai ketua definitif. Itu namanya menghunus dari belakangan,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pengurus ranting yang tidak punya stempel dianggap sebagai pengurus ranting dan mengesahkan. Terbukti, dua orang yang hadir adalah kakak kandung dan kakak ipar dari Ali Mustofa yang mewakili pengurus ranting Karanglo dan Jatibarang Kidul. “Nggak lucu itu,” tandasnya. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua