Jember, NU Online
Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim), KH Marzuki Mustamar menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang didirikan oleh para ulama untuk menegakkan Islam yang rahmatal lil’alamin. NU dibentuk sebagai wadah bagi para ulama dan umat Islam untuk mensyiarkan Islam. Karena itu, ia meminta warga NU untuk tidak ragu dalam membantu perjuangan NU.
“Jangan khawatir melarat gara-gara kita meluangkan dana untuk jihad (perjuangan di NU), pasti diganti oleh Allah, pasti ada balasannya,” tukasnya saat memberikan tausiyah dalam Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kencong Periode 2019-2024 di aula gedung NU Kencong, Jember, Jawa Timur, Rabu (3/7).
Terkait dengan balasan Allah itu, Kiai Mustamar mengungkapkan, dirinya setiap bulan menyediakan uang Rp. 20 juta untuk diberikan kepada warga di lingkungan temaptnya tinggal. Bahkan untuk menghadapi lebaran tahun ini, ia harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp. 90 juta.
“Maaf, ini tahadduts bin ni’mah (mengabarkan nikmat Allah). Dulu di lingkungan saya itu banyak orang non Islam, tapi sekarang 100 persen Muslim semua. Nah, untuk membantu sekaligus menjaga mereka, ya setiap bulan kita kasih (uang),” ujarnya.
Kiai Mustamar mengklaim dirinya bukan orang kaya, juga bukan pengusaha, namun mempunyai kemauan untuk berjuang di jalan Allah. Uang tersebut berasal dari ‘salam tempel’ yang ia dapatkan sebagai penceramah, yang dikumpulkan oleh istrinya.
Namun diakuinya balasan Allah jauh lebih banyak dari itu. Diantaranya adalah Kiai Mustamar diberi oleh Allah anak-anakyang cerdas dan shaleh. Anak pertama dan keduanya kuliah di fakultas kedokteran, gratis. Yang pertama sudah hafal Al-Quran. Sedang anaknya yang ketiga nilainya terbaik di Malang (sekarang kelas 1 SMA), dan juga hafal Al-Quran. Demikian juga anaknya yang keempat (masih SMP) juga punya kecerdasan yang luar biasa.
“Allah memberi jauh lebih banyak dari yang saya keluarkan Rp. 20 juta setiap bulan itu,” pungkasnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua