Semarang, NU Online
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta, Kamis (1/1) kemarin secara resmi dibuka. Ketua Umum PB PGRI, DR H Sulistiyo yang berkesempatan membuka acara. <>
Kejurda yang akan berlangsung hingga 4 Januari itu mengambil tempat di Pondok Pesantren Az-Zuhri Ketileng Semarang.
Saat membuka acara tersebut, Sulistiyo yang juga anggota DPD RI itu mengajak pengurus dan warga Pagar Nusa untuk terus mengembangkan silat khas warga NU itu. Bahkan PGRI siap diajak kerjasama dengan pengurus Pagar Nusa untuk mengembangkan silat tersebut di sekolah-sekolah. "Kami siap diajak MOU oleh Pagar Nusa," ungkap Sulistiyo.
Dikatakan, saat ini seni beladiri dari perguruan lain juga sudah masuk di sekolah-sekolah. Pagar Nusa juga bisa menjadi salah satu pilihan di sekolah.
Bahkan, dia menyarankan pengurus agar Pagar Nusa dikembangkan di perguruan tinggi. Kalau Pagar Nusa masuk perguruan tinggi, seperti UIN, IAIN, IKIP atau universitas, akan memiliki dampak cukup bagus bagi pengembangan Pagar Nusa ke depan.
Nantinya, lanjut dia, mahasiswa yang telah lulus bisa mengembangkan Pagar Nusa di lingkungan masing-masing. Kalau ada yang jadi guru, guru tersebut nantinya akan mengembangkan Pagar Nusa kepada murid-muridnya di sekolah masing-masing.
Hadir di acara pembukaan itu antara lain Ketua PWNU NU Jawa Tengah, KH DR Abu Hafsin MA, jajaran pengurus Pagar Nusa wilayah Jawa Tengah dan pengasuh Pondok Pesantren Az Zuhri, Gus Luqman. Selain itu, sekitar 500 pesilat dari dua provinsi secara khidmah mengikuti jalannya upacara pembukaan. (Sholihin Hasan/Anam)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua