Pamekasan, NU Online
Masyarakat Madura dikenal beradab. Santun dalam bertutur kata, dan sopan dalam bertingkah laku. Kesopan-santunan itu sudah membudaya dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Madura.
"Karena itu, mari kita rawat terus keadaban Madura yang dikenal syar'i ini," tegas Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat memberikan pengarahan dalam Turba dan Konsolidasi Organisasi Nahdlatul Ulama Zona Madura Raya di Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Sabtu (6/4).
Menurutnya, ‘ciri khas’ orang Madura itu harus tetap dipelihara. Jangan sampai terkontaminasi oleh ulah orang-orang yang tidak punya adab. Dikatakannya, saking beradabnya orang Madura, jika mau ketemu ulama, dari jauh sudah menunduk, bahkan sandalnya dilepas.
“Makanya saya heran kalau sampai ada ulama diperlakukan tidak wajar di sini. Madura harus dijaga dan kembalikan budaya syar'i Madura. Jangan mau dibodohi oleh mereka yang tidak tahu adab, tidak sopan sama ulama dan habaib," ungkapnya.
Kiai Marzuki juga mengimbau menjelang Pilpres masyarakat diajak berpikir secara sehat, bukan memakai nafsu dalam menentukan pilihan dan tetap menjaga adab sesama manusia tanpa saling menyalahkan.
"Jika mau pilih jangan yang ada Wahabi-nya, jangan coblos partai yang ada Wahabi-nya. Sebab, Wahabi men-toghut-kan Pancasila. Kita juga harus komitmen untuk memperjuangkan Aswaja, NU, dan NKRI," ucapnya.
Dalam acara tersebut hadir perwakilan PCNU dari Sumenep, Kangean, Masalembu, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Sedangkan jajaran PWNU Jawa Timur yang hadir antara lain adalah KH Ali Mashuri, KH Nuruddin, Gus Holil Nawawi (Putra Pengasuh Pesantren Sidogiri), dan KH Safruddin. (Hairul Anam/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua