Kiai Minhajul Abidin, Ulama Keraton Surakarta
NU Online · Ahad, 20 Juli 2014 | 05:57 WIB
Solo, NU Online
Tak jauh dari daerah kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, tepatnya di Kampung Gabudan, terdapat sebuah kompleks makam yang dipercaya oleh banyak orang sebagai salah satu waliyullah, Kiai Minhajul Abidin.<>
Menurut penuturan juru kunci makam, Yarsi, Kiai Minhajul Abidin atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kiai Minhaj Gabudan merupakan seorang ulama yang terpandang di zaman itu. “Kiai Minhaj, pada masa itu merupakan seorang tokoh ulama di kalangan Keraton Surakarta,” terang ibu berusia paruh baya itu, kepada NU Online, Kamis (17/7).
Dari silsilah, Kiai Minhaj dipercaya masih memiliki garis keturunan dengan Sunan Ampel. Sedangkan, istrina berasal dari daerah Pabelan Kedu Jawa Tengah. Tertulis dari dari beberapa keterangan yang terpajang di sekitar kompleks makam, tercatat sampai tahun 2003, Kiai Minhaj telah wafat sekitar 250 tahun yang lalu.
Diterangkan pula, Kiai Minhaj pernah menjadi guru ngaji Raja Surakarta kala itu, PB IV. Raja bahkan memberikan tanah dan membangunkan masjid beserta pesantren di daerah Gabudan, yang terletak di selatan Kota Solo, untuk keperluan dakwah Mbah Minhaj.
Kapasitas keilmuan Kiai Minhaj, dapat dilihat dari beberapa manuskrip kitab yang pernah ditulisnya. Kitab-kitab tersebut tersimpan dalam Perpustakaan Masjid Agung Solo, bersama kitab manuskrip lainnya.
Di kompleks makam tersebut, selain makam Kiai Minhaj beserta istri, juga terdapat makam lain, diantaranya makam dua puteranya, Kiai Hasan dan Kiai Umar.
Yarsi mengungkapkan, setiap malam Jumat, makam ini hampir ramai dikunjungi para peziarah. “Kecuali malam Jumat Kliwon, karena biasanya para peziarah pergi ke tempat Habib Luthfi di Pekalongan,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Anam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua