Kiai-Pejabat-TNI-Polri Bersama dalam Bershalawat
NU Online · Jumat, 29 Maret 2013 | 22:03 WIB
Bantul, NU Online
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf melantunkan gema shalawat yang diiringi hadroh gabungan santri Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Suara bergemuruh menyambut 'kedatangan' Nabi Muhammad. Para kiai, pejabat, TNI, Polri dan masyarakat pun hanyut.<>
Inilah sebagian rekaman acara shalawatan yang digelar Pesantren Al-Munawwir Krapyak, TNI, dan Kapolda DIY dalam acara yang bertajuk “Doa Bersama untuk Indonesia, Kamis (28/3) lalu.
Acara ini dihadiri Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya (Rois Aam Jam’iyyah Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah), Habib Husein Sleman, KH. R. Najib Abdul Qodir, KH. Haedar Muhaimin, Sri Paduka Pakualam IX (Wakil Gubernur DIY), Kapolda DIY, Danrem DIY, Polres Bantul, dan seluruh jajaran Polri dan TNI.
Lautan shalawat menjadi pemersatu semua kalangan untuk duduk bersama ditemani rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ini ditegaskan oleh Habib Syech. Bagi beliau, shalawat menjadikan bangsa ini tentram, teduh, nyaman dan rukun. Dengan shalawat, cinta damai dan kedamaian akan terus hadir di muka bumi. Dengan shalawat pula, TNI, Polri, santri dan masyarakat bersatu untuk menjaga negeri ini.
Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol. Drs. Sabar Rahardja mengajak warga Yogya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Polri, katanya, akan menjadi teman dan partner masyarakat dalam menjaga ketertiban. Konflik sosial yang terjadi baru-baru, lanjutnya, menjadi tugas Polri untuk menyelesaikan.
“Tentu saja saja Polri minta bantuan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Khususnya para santri dan pesantren yang perannya sangat besar menjaga keharmonisan warga,” tegasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua