Jember, NU Online
Bagi santri Pondok Pesantren Nuris, Antirogo Kecamatan Sumbersari, Jember Jawa Timur, menjalani liburan tidak berarti libur dari kegiatan belajar mengajar. Sebab semua santri, khususnya yang duduk di bangku MA Unggulan, SMA, dan SMK Nuris, diberi tugas mengajar selama libur di rumah.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo Kecamatan Sumbersari, Jember, Gus Robith Qashidi, tugas mengajar tersebut dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman santri terhadap ilmu agama yang telah diajarkan di pesantren. Mengembangkan kitab kuning merupakan salah satu program lanjutan dari program tugas mengajar ini. Diantara materi yang diajarkan adalah fiqih, akhlak, tauhid, dan tajwid. Tempatnya mengajar adalah di sekitar rumah santri, bisa di mushalla, masjid dan sebagaiya.
“Kami ingin santri terbiasa dan tidak cangung dalam mengajar dan bergaul dengan masayarakat. Sebab bagaimanapun pada saatnya nanti mereka akan kembali ke masyarakat,” ucapnya kepada NU Online di Jember, Senin (2/7).
Gus Robith menambahkan, salah satu bentuk memanfaatkan ilmu adalah mengajar. Bagi alumni pesantren, boleh dikata mengajar suatu keniscyaan. Apapun profesinya kelak maka mengajar agama, khususnya Al-Quran tak boleh ditinggalkan. Selain berfungsi membina generasi penerus bangsa, mengajar merupakan amal jariyah yang mengalirkan pahala tanpa putus bagi pengajarnya.
“Kalau setiap alumni pesantren, mempunyai murid meski jumlahnya terbatas, maka tentu pembinaan generai muda cukup signifikan. Dan itu sangat dibutuhkan, apalagi dalam kondisi zaman seperti saat ini,” tuturnya.
Program tugas mengajar tersebut tidak dibiarkan begitu saja, namun ada pantauan dari pengurus Pondok Pesantren Nuris. Tujuannya agar santri tidak main-main dalam menjalankan tugas mengajar. Santri juga dibekali form penilaian yang meliputi jumlah murid, jumlah pertemuan atau jam mengajar, dan jumlah fashal (bab) yang diajarkan.
“Mereka terus kita pantau agar mereka semangat. Nanti di pondok ada pemberian apresiasi untuk tiga pengajar terbaik, dan diberikan dalam khusus,” tambah Gus Robith. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua