Bogor, NU Online
Masih dalam semarak Idul Fitri 1439 Hijriah, Santri Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali memulai aktivitas pengajian pada Kamis (21/6) malam. Pengajian perdana setelah Ramadhan ini digelar di Majelis Taklim Al Ittihad Al Islami Annahdliyah Citayam, Ragajaya, Kecamatan Bojonggede.
Acara yang dipadu dengan Halal bi Halal tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus majelis taklim, di antaranya H Abdul Hadi Hasan, yang merupakan pengajar di majelis tersebut sekaligus pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU Kabupaten Bogor.
Kang Hadi, demikian panggilan akrabnya mengingatkan bahwa Syawal datang kembali, umat Islam terlahir menjadi insan yang fitri. Ia meminta suasana yang fitri dimaknai dengan meneruskan segala amalan baik yang telah ditanamkan saat Ramadhan agar membumi pada bulan lainnya.
"Pengajian harus semakin dihidupkan. Tebarlah keberkahan bagi Nahdliyin dan bangsa dengan lentera keilmuan dan pengetahuan ulama Nusantara,” ucap Kang Hadi dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama turut hadir Sekretaris Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) NU Kabupaten Bogor, Ustadz Abdul Hakim yang biasa disapa dengan Kang Hakim. Menurutnya setelah kita menikmati lebaran, kini saatnya memulai kembali aktivitas pengajian. Kegiatan yang dimulai pada malam Jumat dan diawali dengan Tawasulan serta membaca Maulid Simtu Dhurar harus diyakini sebagai upaya meraih ridha Allah Swt.
Pada pengajian yang biasa dikenal dengan ngaji lekar ini, para santri duduk bersimpuh mendengarkan penjelasan para kiai dan ustadz. Di hadapan mereka terdapat lekar yang terbuat dari kayu sebagai tempat diletakkannya kitab. Menurut Kang Hakim pada zaman milenial ini santri dituntut lebih aktif dan kreatif di ranah literasi.
“Kita mengaji sudah pasti dapat ilmu dan berkah. Jangan lupa dicatat, disimpulkan, lalu sebarkan dalam bentuk status Facebook, Twitter, Instagram dan bergerak dalam aksi literasi santri mendukung website NU, seperti NU Online. Jangan pernah merasa rugi untuk mencari info dari sana, klik, baca dan share sebanyak mungkin," imbaunya.
Pada pengajian perdana tersebut juga dihasilkan keputusan untuk bergerak membuat website Nahdliyin santri. Jamuan makan malam dengan menu khas santri yang disajikan pada sebuah nampan menjadi hidangan khas penutup. Pengurus PCNU Kabupaten Bogor terlihat akrab membaur bersama santri dalam acara makan berjamaah. Seakan-akan hal itu menggambarkan keakraban yang tiada sekat karena semua adalah Nahdliyin yang siap bersatu padu. (Red: Kendi Setiawan)