Melawan Takdir, Kisah Yatim yang Jadi Professor
NU Online · Selasa, 20 Oktober 2015 | 21:08 WIB
Wajo, NU Online
Pemerintah Kabupaten Wajo mengadakan seminar nasional dan bedah buku "Melawan Takdir" karya Prof Hamdan Juhannis, Ph.D yang bertema "Membangun Tradisi Pendidikan menuju Keunggulan Karakter", Sabtu (17/10) bertempat di Baruga Islamic Center Kabupaten Wajo. <>
Wakil Bupati Wajo Dr Andi Syahrir Kube dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini yang mengupas tentang bagaimana membangun pendidikan karakter.
"Seminar dan bedah buku ini dihadiri kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Wajo serta akan dibedah oleh Rektor Universitas Islam Makassar Dr Majdah M Zain dan penulis Prof Hamdan Juhannis, semoga mampu menjadi pelajaran untuk diaplikasikan dalam lembaga pendidikan di Wajo," katanya.
Prof Hamdan Juhannis selaku penulis mengungkapkan di hadapan ribuan guru bahwasanya maksud dari buku saya yang berjudul "Melawan Takdir" adalah melawan sesuatu yang tidak mungkin ia lakukan pada waktu itu, disebabkan faktor agama, budaya, dan sosial.
Selain itu, Hamdan Juhannis menjelaskan tentang kisah hidupnya sebagai anak yatim yang mampu "lari" dari kenyataan hidup dan mampu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang doktor luar negeri dan menjadi guru besar termuda di Indonesia.
“Bahkan jika kamu lahir dalam keadaan miskin, bukanlah sepenuhnya keselahanmu, tetapi jika kamu mati dalam keadaan miskin, maka sepenuhnya adalah kesalahanmu, ungkapnya.
"Sesungguhnya semua apa yang saya dapatkan hari ini, tentunya tidak lepas dari peran ibuku dan ayahku yang mampu mengajarkan bagaimana sesungguhnya pendidikan karakter."
Selain kedua orang tuaku, katanya, sosok guru adalah sumber inspirasi, dimana mengajarkan segala hal, salah satunya kedispilinan, karena sesunggunya peradaban negara akan terbentuk salah satunya disebabkan kedisiplinan masyarakatnya.
Rektor UIM Dr Majdah dalam paparannya bahwasanya setiap gagasan positif yang ada dalam benak, sesungguhnya akan membentuk watak seseorang kelak, olehnya itu "lawanlah takdirmu" dengan kerja keras, pendidikan, dan hargailah orang tuamu dan gurumu
"Hal ini dapat kita lihat pada orang sukses, semuanya berawal dari ide atau gagasan positif yang kemudian membentuk karakter seseorang, karena sesungguhnya keberhasilan adalah 1% dari kecerdasan dan 99% adalah buah kerja keras."
Kemudian buat para pendidik didiklah muridmu, tentunya dengan kejujuran, kedisiplinan, dan motivasi karena sesungguhnya mental bangsa Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh generasi muda, tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua