Bertempat di Pondok Pesantren Mahir Arriadl, Ringin Agung Pare Kediri, Kamis (25/6) lalu, diadakan Seminar bertajuk “Pentingnya Santri Menulis”. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka penutupan musyawarah santri pesantren tersebut dibuka Pembina Musyawarah dan Pengasuh, Kiai Hafidz Usman.
Sholihuddin Shofwan, Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Jombang, bertindak sebagai narasumber seminar mengatakan, bahwa menulis itu bukan hal yang sulit, tetapi suatu yang harus dicoba. “Menulis itu butuh mencoba dan mencoba, memang awalnya sulit, tapi terus saja dicoba.”<>
“Saya tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah yang tinggi, tapi bekal di pesantren saja sudah cukup, asal tekun belajar menulis, hingga membuat saya bisa menulis” imbuh Pemimpin Umum Majalah “Nahdlah” PCNU Jombang ini.
Yusuf Suharto menambahkan, prinsip menulis itu adalah mencoba, banyak membaca, evaluasi serta dibutuhkan pemahaman bahwa menulis itu adalah ibadah dan dakwah, sehingga penting dan mendesak dilakukan.
Harus dicoba dimulai saat ini juga, dari hal yang sederhana, dan yang menjadi kesukaan kita, kemudian banyak melihat tulisan orang lain, membaca, evaluasi dan yang penting harus punya visi yang jelas, menulis sebagai ibadah dakwah,” tambah Pemred NU Jombang Online ini.
Sementara itu dalam sambutannya, Kiai Hafidz Utsman mengatakan bahwa saat ini Pesantren mau tidak mau harus menggalakkan dunia tulis karena saat ini telah terjadi perang wacana pemikiran keagamaan di berbagai media. (yus)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua