Muslimat NU Berperan Penting terhadap Setiap Problem Perempuan dan Anak
NU Online · Sabtu, 27 Maret 2021 | 08:00 WIB
Syifa Arrahmah
Kontributor
Purwakarta, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Purwakarta, Jawa Barat Evi Luthfiyah menjelaskan, tantangan Muslimat NU tidak semakin mudah. Karena Muslimat NU berperan penting terhadap setiap problem perempuan, anak, rumah tangga, dan persoalan sosial lainnya, termasuk penguatan Aswaja An-Nadhliyah.
Dirinya juga menyinggung keresahan yang disebabkan oleh Bank Émok (rentenir emak-emak di Jawa Barat). Oleh karena itu, ia pun menyikapi secara serius penyelesaian persoalan bank émok.
"Karena yang menjadi objek bank émok itu adalah ibu-ibu, sehingga Muslimat NU di sana hadir memberikan solusi demi solusi untuk menyelesaikan. Alhamdulillah di Kabupaten Purwakarta, Muslimat NU melalui Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU, mampu meminimalisasi peredaran bank émok melalui ceramah, melalui pendekatan di majelis taklim, serta informasi yang diberikan oleh daiyah Muslimat NU terkait dengan persoalan kesosialan," ujar Evi, Jumat (26/3).
Evi mengatakan, persoalan sosial keumatan yang telah sukses dilaksanakan oleh Muslimat NU Purwakarta di antaranya menginventarisasi anak-anak yang belum disunat dengan dibuatkan database kemudian diadakan khitanan massal, juga program membangun ratusan rumah layak huni untuk para kaum dhuafa melalui pengajuan kepada OPD daerah maupun kabupaten.
"Dari Muslimat sudah hampir 400 rumah yang kami bangun, untuk rumah-rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, yang kemudian menjadi sebuah aspirasi masyarakat kepada Muslimat NU untuk melakukan ekspresi kegiatannya melalui program-program yang menjadi aspirasi masyarakat," tandasnya.
Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua