Muslimat NU Jenggawah Jember Bantu Korban Banjir di Wonoasri
NU Online · Kamis, 21 Januari 2021 | 12:00 WIB
Penyerahn bantuan logistik oleh PAC Muslimat NU Jenggawah Jember kepada warga korban banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurjo, Jember. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Aryudi A Razaq
Kontributor
Jember, NU Online
Para kader NU di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember Jawa Timur mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap penderitaan warga yang terdampak banjir, khususnya di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Desa tersebut cukup parah dihantam banjir dibanding tiga desa lainnya di Kecamatan Tempurejo.
Hari ini, Kamis (21/1) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Jenggawah, Kabupaten Jember Jawa Timur mengunjungi korban banjir di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo untuk memberikan bantuan berupa mi instan, beras, minyak goreng, dan air mineral.
Sejak banjir datang Selasa (12/1) lalu, setidaknya sudah tiga ‘gelombang’ pengurus NU Kecamatan Jenggawah mengunjungi dan membagikan bantuan untuk korban banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Pertama, rombongan MWCNU Jenggawah. Kedua, guru-guru SMPN 1 Jenggawah yang dikoordinasi oleh kader NU, dan ketiga adalah PAC Muslimat NU Jenggawah.
“Ini sebagai bentuk simpati kami terhadap saudara-saudara kita yang dapat musibah,” ujar Ketua PAC Muslimat NU Jenggawah, Jember, Siti Maimunah usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember.
Menurutnya, bantuan tersebut didasari oleh keinginan untuk membantu sesama yang tengah mengalami musibah. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun banjir bandang yang menghantam Wonoasri cukup parah. Akibatnya, 100 lebih warga mengungsi ke Balai Desa Wonoasri. Tidak hanya itu, banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah dan pemukiman warga.
“Tiada maksud lain kecuali hanya bersimpati, dan kami berharap semoga keadaan korban cepat pulih, baik ekonomi maupun lainnya,” urainya.
Di tempat yang sama, Ketua MWCNU Jenggawah, Kabupaten Jember, H Sucipto menegaskan bahwa NU harus tampil untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat. Sebab, eksistensi sebuah organisasi terletak pada azas manfaatnya. Dan untuk bisa memberi manfaat bagi masyarakat, tidak perlu menunggu kaya.
“Yang penting kita (NU) harus berbuat sesuatu, apalagi terhadap korban banjir yang notabene juga warga NU. Sekecil apapun kita harus bisa bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.
H Sucipto menambahkan, dengan memberi manfaat kepada masyarakat, maka berarti NU juga telah ikut mencegah penyebaran radikalisme. Sebab masyarakat yang dilayani, apalagi merasa telah mendapat manfaat dari NU, tentu tidak akan mudah tergoda oleh ajakan atau propaganda pihak lain.
“Karena mereka merasa dilayani, dan kita (NU) memberi manfaat. Kalau mereka dilayani pihak lain, bisa jadi mereka terjebak ikut mereka, padahal pihak lain punya agenda meski samar,” pungkasnya.
Pewarta: Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua