MWC NU Cilacap Selatan Gelar Lailatul Ijtima'
NU Online Ā· Rabu, 28 Juli 2010 | 03:50 WIB
Musholla al-Himmah yang asri di kelurahan Tambakreja kecamatan Cilacap Selatan kabupaten Cilacap menjadi tempat kegiatan lailatul ijtimaā MWC NU Kecamatan Cilacap Selatan, pertengahan bulan Syaāban menjelang Ramadhan.
Ā
Jajaran mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, lajnah, lembaga dan badan otonom NU serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Cilacap Selatan, hadir pada lailatul ijtimaā tersebut, yang bertepatan hari Sabtu, tanggal 13 Syaāban 1431 H/24 Juli 2010 M.<>
Ā
Pembacaan Surat al-Fatihah menjadi awal dari kegiatan dimaksud, kemudian dilanjutkan dengan amaliyah bacaan tahlil yang dipimpin langsung oleh KH Amir Fattah Ashar (mustasyar MWC NU Cilacap Selatan) sebagai bentuk pendekatan kepada Allah SWT dan menumbuhkembangkan nilai-nilai ahlusunnah wal jamaāah. Sambutan juga disampaikan oleh Drs Masri Mahfudz (ketua Ranting NU Tambakreja).
Ā
Arahan disampaikan oleh Rais Syuriyah KH Mohammad Mudatsir yang banyak menyikapi adanya dekadensi moral yang melanda kehidupan masyarakat dalam konteks kekinian dan berharap agar jajaran pengurus harian, lembaga, lajnah dan badan otonom NU untuk selalu bekerja lebih giat dalam penanggulangan menurunnya akhlaq masyarakat dengan cara lebih rajin untuk melaksanakan kegiatan-kegaitan yang bersifat keagamaan secara berkesinambungan.
Ā
Bastuti Ridwan selaku ketua tanfidziyah MWC NU Cilacap Selatan, memberikan gambaran awal berdirinya Nahdlatul Ulama pada tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M tidak lain bertujuan untuk menjaga nilai-nilai ahlusunnah wal jamaāah, sebab sebelum Nahdlatul Ulama berdiri adanya pergesekan antara ulama pesantren dan gerakan wahabi yang telah menjelma dalam organisasi-organisasi keagamaan yang telah berdiri lebih dahulu dan mengaku sebagai pelopor gerakan moderat.
Ā
Tokoh-tokoh ulama pesantren yang dimotori oleh KH Muhammad Hasyim Asyāari dan KH Wahab Chasbullah menjadi figur sentral dalam menjaga kemurnian faham ahlusunnah wal jamaāah sebagai upaya menjaga kebebasan menjalankan ibadah dengan menganut empat madzhab dengan cara membentuk Komite Hijaz yang bertujuan untuk menghadap Abd. Aziz ibnu Saāud (Penguasa Hijaz). Pembentukan Komite Hijaz ini yang kemudian disepakati sebagai hari berdirinya Nahdlatul Ulama di Surabaya.
Ā
Menjelang bulan suci Ramadhan, MWC NU Cilacap Selatan, pada kesempatan lailatul ijtimaā tersebut juga bermusyawarah untuk melakukan pendataan Imam/Penceramah keliling antar masjid dan musholla sebagai bentuk implementasi menjaga nilai/faham ahlusunnah wal jamaāah, dimana banyak tuntutan warga/masyarakat yang menghendaki agar di bulan Ramadhan nanti nilai/faham ahlusunnah wal jamaāah ala Nahdlatul Ulama dapat lebih memberikan warna di tengah kegiatan keagamaan masyarakat.
Untuk hal tersebut ditunjuk KH Sukardi sebagai koordinator pendataan sebagai tanggung jawab pemenuhan atau menyikapi permintaan dari warga/masyarakat di Kecamatan Cilacap Selatan.
Ā
lailatul ijtimaā diakhiri dengan bacaan doāa yang dipimpim oleh KH Amin Syaefani, (rbr
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua