Ribuan warga memadati kompleks pemakaman Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten, Sabtu (14/5) malam. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memperingati tokoh penyebar Islam yang juga dikenal sebagai Sunan Bayat.
Rangkaian acara Haul Agung Sunan Pandanaran Bayat pada tahun ini dilaksanakan seperti biasa, dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan kegiatan khataman Al-Qur’an oleh para santri, pengurus NU dan masyarakat umum.
Puncak acara yang diprakarsai Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bayat ini dihelat pengajian umum yang diisi dengan pembacaan manaqib Sunan Pandanaran, maulid Nabi, dan pengajian yang disampaikan oleh KH Abdul Karim Ahmad dari Solo.
Rais Syuriyah MWCNU Bayat KH Mawardi yang juga masih keturunan Sunan Pandanaran mengungkapkan, peringatan Haul Agung Sunan Pandanaran ini sudah berlangsung sejak kurang lebih 14 tahun yang lalu.
“Awalnya haul hanya diselenggarakan keluarga sendiri. Sampai kurang lebih 14 tahun yang lalu, saya sowan Kiai Mufid Mashud (Pengasuh PP Sunan Pandanaran Yogyakarta), yang kebetulan masih pak dhe saya untuk meminta izin, bagaimana kalau haul ini dibesarkan acaranya,” tutur dia.
Kiai Mufid merestui usulan itu. “Setelah itu saya juga sowan kepada para kiai di Klaten seperti Mbah Lim Karanganom, Mbah Salman Popongan dan lain-lain, termasuk kepada PCNU Klaten. Alhamdulillah, semua mendukung acara haul perdana,” paparnya.
Setelah pelaksanaan haul perdana itu, sampai sekarang, peringatan Haul Agung Sunan Pandanaran rutin diselenggarakan setiap tahunnya dan mendapat dukungan dari masyarakat serta pemerintah setempat. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Orang NU Gila Itu Dokter Fahmi D. Saifuddin
2
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
3
Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
4
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Wafat, PWNU Aceh Tegaskan Warisan Keikhlasan
5
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
6
Putri Bung Hatta Sebut Andrie Yunus Manifestasi dari Cita-Cita Manusia Merdeka
Terkini
Lihat Semua