Non Muslim dan Santri Gelar Dialog Kebangsaan di Pondok Gus Mus
NU Online · Kamis, 4 Juli 2019 | 09:00 WIB
Rembang, NU Online
Ratusan pemuda pemudi dari kalangan santri dan umat Buddha menggelar dialog bersama di aula Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Kelurahan Leteh Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (3/7).
Dialog tersebut, menghadirkan tiga narasumber, yaitu KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Radhar Panca Dahana, dan Suhadi Sendjaja.
Dalam dialog yang mengusung tema Menjadi Manusia Indonesia Yang Unggul Berdasarkan Saddharma Pundarika Sutra tersebut, Gus Mus memberikan penjelasan tentang maksud sebuah agama. Ia mengumpamakan agama seperti sebuah kereta kencana. Penumpang (manusia) lebih dulu berebut tempat duduk untuk mencapai tujuan terakhir, sehingga kereta tersebut tidak segera jalan.
"Saya membuat perumpamaan, agama itu seperti kereta kencana. Kita ini di dalam kereta kencana untuk menuju tujuan terakhir tapi kita ini lebih dulu ribut cari tempat duduk. Akhirnya tidak jalan-jalan," katanya.
Dialog tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang, HM Hanies Cholil Barro'. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan beberagaman dan toleransi yang tinggi, yang mencerminkan ke Indonesiaan.
"Sebagai Kepala Pondok Pesantren kami menyambut baik kegiatan tersebut. Ini merupakan wujud keberagaman yang menunjukkan ke Indonesiaan. Secara emosional kepercayaan dan agama kita berbeda, namun bersatu untuk mewujudkan kerukunan di Indonesia," bebernya.
Acara tersebut digagas oleh sebuah lembaga keagamaan pada agama Buddha, Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), yang diikuti oleh 170 pemuda pemudi 18 provinsi di Indonesia, seperti Medan, Jambi, Lampung, Bali, Banten, dan serta Kalimantan Barat.
Dialog digelar sejak pagi sampai sore. Usai dialog santri dan penganut ajaran Buddha berkolaborasi menampilkan kesenian masing-masing agama. Para santri menampilkan tarian sufi, sedangkan pemuda-pemudi Buddha menampilkan seni musik mereka sendiri. (Ahmad Asmui/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua