NU Mayoritas, PCNU Kota Pekalongan: Jangan Berpuas Diri
NU Online · Rabu, 11 Maret 2020 | 03:45 WIB
Apel Harlah ke-97 NU di halaman Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan dihadiri ratusan kader NU. (Foto: NU Online/Muiz)
Abdul Muiz Cholil
Kontributor
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah H Muhtarom mengatakan, meski hasil survei menyebutkan NU merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, hendaknya warga NU tidak boleh lengah dan berpuas diri.
"Kita tidak cukup dengan berbangga diri atas begitu banyaknya warga kita. Karena banyaknya anggota tidak lantas NU bisa berbuat apa saja dalam mengemban amanah diniyah dan wathaniyah," ujarnya.
Hal itu disampaikan saat dirinya memimpin apel Harlah ke-97 NU di Halaman Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Kota Pekalongan. Apel tersebut diikuti jajaran PCNU, MWCNU, Ranting NU, lembaga, Badan Otonom, dan Banser se-Kota Pekalongan, Rabu (11/3) pagi.
Dikatakan, tantangan saat ini dan ke depan harus kita hadapi bersama. Termasuk mempersiapkan generasi yang unggul dalam segala bidang di saat kita tertinggal dengan saudara-saudara kita dan kelompok-kelompok lain.
"Kita harus introspeksi diri dan berbenah untuk mengejar ketertinggalan dalam dinia pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi," tandas Muhtarom.
Disampaikan, upaya yang dilakukan PCNU Kota Pekalongan salah satunya adalah meminta kepada LP Ma'arif NU agar madrasah dan sekolah yang dikelola memacu diri untuk lebih mengedepankan sikap mendidik. Hal ini agar siap menghadapi berbagai tantangan yang ada dan membawa Indonesia ke arah lebih baik.
Baca juga: Dukung Hajatan Nasional, NU Kota Pekalongan Luncurkan Koin Muktamar
"Kita akan mendirikan Sekolah Dasar Islam (SDI) Nusantara. Peletakan batu pertama akan dilakukan hari ini sebagai upaya menyiapkan kader-kader unggul dan berkualitas di segala bidang," ungkapnya.
Tarom, sapaan akrabnya, berpesan kepada peserta apel untuk tidak merasa minder dengan apa yang NU miliki. Yakinlah dengan berkhidmah di NU sama dengan khidmah kepada agama Allah SWT.
"Kita yakin bahwa berkhidmah di NU untuk menjalankan Islam yang benar, Islam yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW," tegas pria yang juga pengusaha itu.
Ia menegaskan, agar warga NU menjalankan Islam yang ramah dan santun. Akan tetapi, jika ada satu dua orang atau satu dua kelompok yang berani mengganggu kita, maka harus kita kasih pelajaran bahwa kita mampu untuk itu.
Apel Harlah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Harlah ke-97 NU di Kota Pekalongan. Sehari sebelumnya telah digelar Khatmil Qur'an bil Ghaib oleh kader-kader Muslimat NU, Fatayat NU, dan IPPNU Kota Pekalongan.
Kegiatan lain adalah peluncuran koin muktamar, peletakan batu pertama SDI Nusantara, ziarah ke makam pengurus dan muassis NU. Kemudian ditutup dengan halaqah NU.
"Ada juga pekan diskon makanan dan pakaian hingga 75% yang disediakan oleh warga NU. Syaratnya menunjukkan Kartu Identitas Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kitanu) dari PCNU Kota Pekalongan yang masih berlaku," pungkasnya.
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua