PCNU Jayapura Gelar Kajian Kitab dan Safari Ramadhan
NU Online · Jumat, 10 Mei 2019 | 22:00 WIB
Jakarta, NU Online
Dalam rangka mengagungkan bulan Ramadhan, PCNU Jayapura, Papua menggelar kajian kitab kuning dan Safari Ramadhan. Kedua kegiatan itu sudah dimulai sejak hari ke-3 Ramadhan dan akan berakhir hari ke-20.
Menurut Ketua PCNU Jayapura, Ustadz M Zaenuri Thoha, kitab kuning yang dikaji meliputi bulughul marom, arbain nawawi, taqrib dan sullamut taufiq. Kitab-kitab tersebut memang menjadi materi wajib di pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU. Untuk mengaji kitab-kitab tersebut, PCNU Jayapura menurunkan 6 ustadz sebagai pengasuh atau pembimbing. Mereka adalah Zainurrobith, Ubaidillah Masykur, Musthofa, Iskandar, Abdul Hamid, dan M Zaenuri Thoha sendiri. Semua kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Jalan Masjid Al-Aqsha, Sentani, Jayapura.
“Waktunya habis Ashar dan usai shalat Tarawih. Dengan kitab itu, kami ingin memberi referensi mengenai fiqih dan ketauhidan yang sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” tukasnya sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Jumat (10/5).
Sedangkan Safari Ramadhan berupa kunjungan PCNU Jayapura ke masjid-masjid . Di situ personel PCNU Jayapura memberikan kultum (kuliah tujuh menit) dan melaksanakan shalat Tarawih di masjid setempat. Adapun materi kultum adalah seputar hikmah puasa dan penguatan Aswaja.
“Alhamdulillah program tersebut mendapat sambutan yang hangat pengurus NU dan warga sekitar,” tambahnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua