PCNU Pamekasan: Jangan Duakan NKRI dengan Pemilu!
NU Online · Jumat, 15 Maret 2019 | 01:30 WIB
Pamekasan, NU Online
NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah segalanya. Jangan sampai diduakan dengan kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu), dan tidak boleh rusak gara-gara hal yang sama.
Demikian ditegaskan Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, Madura, KH Taufik Hasyim, saat sambutan di depan para jamaah shalawat dan tabligh akbar di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Kamis (14/3) malam.
Menurutnya, Pemilu adalah sebuah keniscayaan sebagai bentuk pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan bangsa. Di ajang itulah, pemimpin bangsa diserahi mandat melalui pemilihan langsung. Namun apapun yang terjadi, Pemilu tidak laik dijadikan alasan hingga mengorbankan NKRI.
"Bagi Nahdlatul Ulama kontestasi Pemilu ini hanya lima tahunan. Kita memiliki calon. Calon kita menang itu sangat penting, tapi mempertahankan NKRI ini jauh lebih penting,” tegas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.
Untuk itu, Kiai Taufik mengajak warga Pamekasan dalam menghadapi kontestasi Pemilu mendatang, tidak serta merta menghilangkan rasa persaudaraan. Persatuan dan persaudaraan, harus dikedepankan dalam segala hal dan dijunjung tinggi dalam berpolitik.
Acara yang mengundang penceramah Prof.Dr Imam Mawardi tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam, Wakil Bupati Moh.Raja’e, Forkopimda Kabupaten Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Polda Jatim, Kodim 0826 Pamekasan, Pengurus PCNU, Penasehat Majelis Pemuda Sholawat At-taufik, dan nahdliyin dari berbagai tempat.
"Kita punya kewajiban menjunjung persatuan dan kesatuan. Hindari perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Keberadaan kita yang hidup di satu wadah NKRI sangat beragam, baik suku, agama, dan ras, sehingga hal itu harus dijaga,” tegas alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut. (Hairul Anam/(Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua