PCNU Pamekasan: Mari Hargai Perpedaan Pilihan Politik
NU Online · Sabtu, 23 Maret 2019 | 03:30 WIB
Pamekasan, NU Online
Warga Nahdliyin wajib menjaga kerukunan dan persatuan, lebih-lebih di tahun politik ini. Sebab, kerukunan di internal Nahdliyyin sangat berpengaruh bagi kondusifitas masyarakat. Karenanya, saling menghargai perbedaan pandangan politik antar sesama warga negara menjadi kemestian yang tak terbantahkan.
Demikian ditegaskan Wakil Ketua PCNU Pamekasan, Madura, KH. Ihyauddin Yasin dalam acara Dzikir & Istighotsah dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di aula Kantor PCNU Pamekasan, Jalan R. Abd. Aziz No. 95, Jungcangcang, Pamekasan, Jumat (22/03/19) malam.
Menurut Pengasuh Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Kadur, Pamekasan ini, dalam menghadapi momentum tahun politik, khususnya menyongong Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, PCNU Pamekasan tetap konsisten menjaga netralitas.
"Kita tetap berpegang teguh pada Khittah NU 26. PCNU Pamekasan berkomitmen untuk menjaga netralitas," tegas Kiai Ihya'.
Sikap netral tersebut, bukan keputusan tiba-tiba, namun merupakan hasil bermusyawarah dengan segenap jajaran PCNU, kiai dan ulama. Keputusannya, netral masih yang terbaik.
"Para pengurus PCNU dan para masyayikh menyepakati NU Pamekasan tetap netral. Ini perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh nahdliyin,” lanjutnya.
Kiai Ihya’ menambahkan, para masyayikh dan sesepuh PCNU Pamekasan meminta dan mengimbau kepada seluruh warga NU Pamekasan, agar tetap menjaga persaudaraan antar-sesama. Sebab, itu merupakan ruh dalam berbangsa, bernegara, dan beragama.
"Bagi pengurus maupun warga Nahdliyin yang mau dukung mendukung dalam Pemilu 2019, jangan sekali-kali bawa organisasi. Harus bersifat pribadi," tukasnya. (Hairul Anam/(Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua