Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Sangat Diperlukan
NU Online · Ahad, 21 Februari 2021 | 05:30 WIB
Cilacap, NU Online
Pelatihan pemulasaraan jenazah yang meninggal diakibatkan oleh Covid-19 sangat diperlukan, mengingat disinyalir ada beberapa pihak yang tidak menggunakan prosedur perawatan jenazah sebagaimana yang disyariatkan oleh agama Islam.
Salah satu peserta kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah dari GP Ansor Cilacap, Syamsul Bakhri mengatakan, pelaksanaan pelatihan sangat diperlukan dan bermanfaat, mengingat banyaknya warga yang resah dengan pemulasaraan dan pemakaman dengan protokol Covid-19 karena beredar isu pemakaman dengan protokol Covid-19 tidak sesuai dengan syariat.
"Ini penting, karena masyarakat awam sementara ini ketika melihat televisi, seakan-akan pemulasaraan tidak sesuai dengan syariat Islam, ini jelas tidak benar. Dari pelatihan disampaikan pemakaman jenazah Covid-19 harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Secepatnya kami akan menggelar kegiatan serupa di Cilacap," ujarnya.
Syamsul Bakhri yang biasa diamanahkan mengurus jenazah di kampungnya itu mengakui memang ada perbedaan dalam pengurusan jenazah dengan protokol covid. Namun perbedaan itu tetap sesuai syariat dikarenakan kondisi kedaruratan di masa pandemi Covid-19.
"Dalam mengatasi permasalahan akibat dampak Covid-19, salah satunya permasalahan sosial terkait pandangan masyarakat terhadap pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19," terangnya kepada NU Online, Sabtu (20/2).
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Tengah, Aris Munandar mengatakan, dalam pemulasaraan jenazah Covid-19 di Gedung PWNU Jawa Tengah ada beberapa yang penting diperhatikan dalam menangani jenazah, seperti cara memakai APD, cara memandikan, cara mengkafani, dan bagaimana cara memakamkannya.
"Peserta pelatihan dari PCNU atau kader penggerak NU ini sepulang dari pelatihan diharapkan bisa melakukan sendiri. Yang menjadi masalah saat ini penatalaksanaan jenazah. Karena banyak masyarakat yang tidak berani, mereka belum paham dan mengerti bagaimana tata caranya itu. Sehingga dengan pelatihan ini menjadi lebih paham dan diharapkan bisa bersama-sama pemerintah memutus mata rantai Covid-19," ujarnya.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng H Muzammil menuturkan bahwa sebenarnya untuk memulasaraan jenazah itu sama sesuai dengan fiqih dari 4 madzhab dan merupakan hukum fardu kifayah. Namun demikian harus bisa melakukan ketika dibutuhkan, karena NU tidak hanya berkecimpung di dalam bidang diniyah tapi juga bidang ijtimaiyah.
Dirinya mengisahkan, para pendiri NU juga mengamanatkan bahwa NU harus bergerak dalam bidang Islamiyah, Imaniyah, dan Ihsaniyah. Menurutnya, seluruh umat Islam memang selalu mendambakan ketiganya.
"Tidak dipungkiri bahwa umat Islam selalu mendambakan segala sesuatu dengan husnul khatimah," pungkasnya.
Pelatihan diikuti oleh 52 peserta terdiri dari perwakilan PCNU Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Salatiga.
Kontributor: Imam Hamidi Antassalam
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua