Penghafal Al-Quran, Harus Jadi Contoh Generasi Muda
NU Online · Kamis, 30 Mei 2019 | 05:30 WIB
Jember, NU Online
Wakil Bupati Jember, KH Addul Muqit Arief berharap agar para hafidz (penghafal Al-Quran) tidak sekadar bisa menghafalkan kitab suci umat Islam itu, namun juga menerapkan isinya dalam kehidupan sehari-hari, minimal memberi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya. Sehingga hafalan Al-Quran itu mempunyai manfaat yang luar biasa bagi pembinaan generai muda.
“Menerapkan perilaku yang betul-betul menggambarkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Itu sudah menjadi tanggungjawab penghafal Al-Quran. Makanya tidak gampang orang hafal Quran itu. Dia mulia dan jelas berpahala," tuturnya saat menyerahkan tunjangan kehormatan kepada para penghafal Al Qur’an 30 juz di Mushalla Al-Ittihad Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu, (29/5).
Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura itu meminta agar pengahargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Jember, khususnya para pecinta Al-Qur’an. Dalam pandangannya, penghafal Al-Quran mempunyai posisi yang sangat terhormat dan berkhlaq mulia, sehingga semakin banyak orang yang hafal Al-Quran, Jember semakin baik karena bacaan Al-Quran akan semakin meluas, dan menyejukkan.
“Ini dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang qur’ani, mewujudkan generasi qur’ani. Jember relijius benar-benar terasa,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, sedikitnya 26 hafidz dan hafidzoh mendapatkan talih asih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Huffadz Jawa Timur 2019.
Tak ketinggalan, Wakil Bupati KH Muqit juga menyerahkan talih asih kepada para imam tarawih dan pembaca Al Qur’an di mushalla tersebut.
Menurut perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sunaryo, tunjangan itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para penghafal Al-Qur'an.
“Demi terwujudnya masyarakat muslim yang cinta dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ke-26 hafidz dan hafidzoh tersebut masing-masing mendapatkan tunjangan berupa uang sebesar Rp. 750.000,- Tahun 2019, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganggarkan bantuan tunjangan kehormatan hafidz dan hafidzah seluruh Jawa Timur untuk 4.000 orang.
“Mudah-mudahan Jember ini juga melahirkan para qari dan qariah terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia," harap Sunaryo. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua