Penumpukan Kas Masjid Tanda Kegagalan Pengurus
NU Online · Senin, 21 Desember 2015 | 20:02 WIB
Yogyakarta, NU Online
Wakil Bendahara PWNU Yogyakarta Ir H Amin Fauzan menyebut dana infaq masjid harus mengalami perputaran. Perputaran dana menandai pengelolaan yang baik dana masjid. Menurut H Amin Fauzan, perputaran dana masjid menunjukkan manajemen yang sehat.
<>
Demikian disampaikan H Amin saat penyuluhan wakaf bagi nadzir yang diadakan PWNU Yogyakarta di Kantor PWNU setenpat jalan MT Haryono nomor 40-42, Sabtu (19/12) pagi.
H Amin menambahkan, dana infaq masjid juga harus dikelola dengan baik. Masjid itu tidak boleh punya uang lebih sisa. Kalau sisa, takmir masjid tidak bisa mengelola infaq yang masuk.
“Infaq orang yang jariah itu harusnya cepat disalurkan, bukan untuk ditumpuk. Kalau uang infaq itu belum digunakan, apakah sudah jadi amal? Itu menjadi permasalahan,” tegasnya.
Penggunaan infaq itu, kata H Amin, disalurkan untuk keperluan sehari-hari masjid. Sisanya baru digunakan untuk kemaslahatan umat sehingga infaq itu bisa untuk menyantuni jamaah yang kurang mampu dari segi ekonomi.
Kegiatan yang mengusung tema Membangun Paradigma Nadzir Menuju Pengelolaan Wakaf Secara Produktif ini juga menghadirkan KH Abdul Madjid sebagai pembicara. Peserta terdiri atas para ketua takmir masjid seprovinsi Yogyakarta dan generasi muda NU. (Suhendra/Alhafiz K)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua