Daerah BANJIR SUMATRA

Prihatin Banjir Rob dan Abrasi di Aceh Utara, Ansor Aceh: Pemerintah Perlu Beri Perhatian Serius

NU Online  Ā·  Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:00 WIB

Prihatin Banjir Rob dan Abrasi di Aceh Utara, Ansor Aceh: Pemerintah Perlu Beri Perhatian Serius

Kondisi terkini banjir rob merendam kawasan pesisir Aceh Utara setelah sepekan diterjang gelombang laut tinggi dan pasang purnama. (Foto: BPBD Aceh Utara via BPBA)

Banda Aceh, NU Online

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Aceh menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir rob dan abrasi pantai yang melanda sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Aceh Utara sejak sepekan terakhir.


Ketua PW GP Ansor Aceh, H Azwar Agani, mengatakan kondisi warga pesisir perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama karena banjir rob dan abrasi tersebut berdampak langsung terhadap rumah warga, badan jalan, area persawahan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

ā€œKami dari Ansor Aceh menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi saudara-saudara kita di pesisir Aceh Utara. Warga yang rumahnya masih tergenang dan harus mengungsi tentu membutuhkan perhatian dan bantuan segera,ā€ ujar Azwar di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).


Banjir rob akibat pasang purnama tersebut mulai terjadi sejak Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga kini, sebagian permukiman warga di sejumlah kecamatan masih tergenang air laut pasang. Gelombang laut tinggi juga memicu abrasi pantai yang berdampak pada fasilitas umum dan lahan pertanian masyarakat.


Berdasarkan keterangan Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh, banjir rob masih menggenangi sebagian rumah warga di Kecamatan Lapang, Seuneuddon, Samudera, Dewantara, dan Muara Batu.

 

Wilayah terdampak di antaranya Gampong Kuala Cangkoi, Matang Baroh, Kuala Keureuto, Kuala Lhok Puuk, Kuala Sawang, Blang Nibong, Glumpang Sulu Timu, Bluka Teubai, Bungkaih, Cot Seurani, dan Meunasah Drang.


Sejumlah warga juga masih mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka belum dapat ditempati. Di Gampong Kuala Cangkoi, sebanyak 56 kepala keluarga atau 224 jiwa mengungsi. Di Gampong Matang Baroh terdapat 103 kepala keluarga terdampak, sementara di Gampong Kuala Keureuto sebanyak 20 kepala keluarga atau 58 jiwa turut mengungsi.


Azwar meminta pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, BPBD, dinas sosial, dinas kesehatan, dan instansi terkait memperkuat koordinasi penanganan di lapangan. Menurutnya, warga terdampak membutuhkan bantuan cepat berupa kebutuhan pokok, air bersih, makanan siap saji, layanan kesehatan, perlengkapan tidur, serta perhatian khusus bagi anak-anak dan lansia.


ā€œDalam situasi seperti ini, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan. Kami berharap bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar warga dapat segera dipastikan sampai kepada masyarakat terdampak,ā€ katanya.


Ia menambahkan, banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir Aceh Utara bukan hanya persoalan sesaat. Karena itu, selain penanganan darurat, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi bencana serupa setiap tahun.


Menurut Azwar, pemerintah perlu memperkuat program mitigasi pesisir, seperti pembangunan tanggul pengaman pantai, rehabilitasi kawasan abrasi, penanaman mangrove, perbaikan drainase, serta kajian relokasi bagi rumah warga yang berada di titik sangat rawan.

 

ā€œKami berharap persoalan banjir rob dan abrasi ini mendapat perhatian serius. Masyarakat pesisir tidak boleh dibiarkan menghadapi ancaman yang sama setiap tahun tanpa solusi jangka panjang,ā€ ujarnya


Azwar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga sosial, dan komunitas kemanusiaan untuk ikut membantu warga terdampak sesuai kemampuan masing-masing.

 

ā€œAnsor Aceh mengajak semua pihak memperkuat kepedulian. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi musibah,ā€ katanya.


Ia berharap pemerintah segera memastikan penanganan darurat berjalan maksimal, sekaligus menyusun kebijakan perlindungan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.


ā€œKeselamatan warga pesisir harus menjadi prioritas. Semoga pemerintah hadir lebih cepat, lebih dekat, dan lebih serius dalam membantu masyarakat terdampak,ā€ pungkasnya

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang