Karanganyar, NU Online
Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.<>
Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.
“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.
Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.
“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
3
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
4
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
5
Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga November 2026, Ini Imbauan kepada Masyarakat
6
Khutbah Jumat: Jangan Hanya Meminta Hujan, Rawat Juga Alam
Terkini
Lihat Semua