Daerah

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Penyuluhan Penyakit Ginjal

NU Online  ·  Kamis, 8 Maret 2018 | 06:00 WIB

Sidoarjo, NU Online
Memperingati hari ginjal sedunia (world kidney day), Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan penyuluhan tentang penyakit ginjal. Kegiatan tersebut diadakan di lantai dua rumah sakit setempat dan diikuti oleh puluhan keluarga pasien dan disampaikan langsung oleh dokter umum RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Sari Prabandari.

Kepala ruangan hemodialisis RSI Siti Hajar Sidoarjo Mustofa mengatakan bahwa, penyuluhan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan dan menjelaskan dengan detail tentang penyakit ginjal. Diharapkan, masyarakat lebih menjaga kesehatan ginjal dan bisa mengetahui gejala dini apabila menderita penyakit tersebut.

"Kegiatan ini rutin diadakan di RSI Siti Hajar Sidoarjo setiap tahunnya dan temanya berbeda-beda. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat menjaga kesehatannya. Dan diusahakan asupan minum air putih yang cukup, menjaga tekanan darah, menjaga gula darah, rutin olah raga dan hindari faktor stres," kata Mustofa kepada NU Online, Kamis (8/3).

Ia menjelaskan, gangguan ginjal berfariasi, penyebabnya bisa karena hipertensi atau diabet. Gejala tersebut biasanya terlalu tinggi lalu jatuh ke gagal ginjal. Agar terhindar dari penyakit itu, seseorang harus menjaga pola makan, minum dan kesehatannya harus stabil.

"Kalau melihat insiden angka pasien cuci darah di RSI Siti Hajar hampir setiap tahun mengalami kenaikan. Awalnya kita memiliki empat mesin cuci darah. Rencananya mau nambah empat mesin lagi dan pertengahan bulan ini sudah datang, karena pasiennya juga meningkat," jelas pria yang juga koordinator acara penyuluhan penyakit ginjal itu.

Ia menambahkan, terlalu banyak mengonsumsi minuman energi juga tidak baik bagi kesehatan. Sebaiknya banyak minum air putih atau minum susu. Karena minuman energi itu efeknya berbahaya bagi kesehatan jika terlalu sering diminum.

"Pasien saya dulu seorang sopir. Setiap hari ia minum minuman energi. Meski tidak ada riwayat penyakit diabetes. Namun karena terlalu sering minuman tersebut akhirnya terserang ginjal," imbuhnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk memperbanyak olah raga, menjaga kesehatannya dan mengatur pola makan atau minumnya agar terhindar dari penyakit ginjal. (Moh Kholidun/Fathoni)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang