Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"
NU Online · Selasa, 24 Februari 2015 | 10:30 WIB
Klaten, NU Online
Menjelang peringatan Harlah (Hari Lahir) IPNU ke-61, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Klaten kembali menggelar kajian kitab "Irsyadus Sari" karya KH Hasyim Asy’ari di Gedung PCNU Klaten, Ahad (22/2) lalu.<>
Kajian yang dibimbing oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Drs Muhammad Nawawi Syafi’i ini kembali membahas perihal tata krama bagi seorang penuntut ilmu.
Diterangkan oleh Kiai Nawawi, bahwa seorang penuntut ilmu harus membersihkan hati dari penyakit hati, meluruskan niat mencari ilmu, menyegerakan waktu belajar, bersikap qana’ah, dan membagi waktu.
“Penuntut ilmu dan pembelajar hendaknya mengurangi makan dan minum, bersikap wira’i dan hati-hati terhadap hal-hal yang haram dan syubhat, mengurangi makan makanan yang menyebabkan lupa,” tutur Pengasuh Pesantren Roudhotus Sholihin Ceper Klaten tersebut.
Selain itu, tambahnya, pencari ilmu semestinya menyedikitkan tidur, dan meninggalkan pergaulan bebas dan pergaulan yang sedikit berpikir.
Sementara itu, ditemui seusai acara, Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten, Ahmad Saifuddin juga mengungkapkan harapannya untuk IPNU di momen harlah ini.
“Semoga IPNU bisa lebih bersinergi dengan LP Ma'arif dan RMI, karena kantong kader tidak hanya di kecamatan, tapi juga di sekolah dan pesantren,” kata dia.
Ke depan, ia ingin IPNU tidak terkontaminasi politik praktis sehingga menyalahgunakan organisasi sebagai alat kampanye.
Diharapkan pula olehnya, bahwa IPNU juga harus konsisten membantu permasalahan remaja dan pelajar, seperti narkoba, pergaulan bebas, miras, kemiskinan, dan putus sekolah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua