Santri Al-Mizan Gelar Donor Darah dan Peduli Asap
NU Online Ā· Jumat, 23 Oktober 2015 | 16:00 WIB
Majalengka, NU Online
Hari Santri Nasional disambut sukacita oleh santriwan dan santriwati Pesantren Al-Mizan Jatiwangi-Majalengka. Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti oleh para santri dengan mengenakan pakaian khas santri berkopiah dan bersarung. Upacara dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, KH M Zaenal Muhyiddin.<> Pada kesempatan itu dibacakan Ikrar Santri.
"Upacara ini merupakan salah satu wujud dari jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dari santri yang akan terus berkomitmen mempertahankan NKRI," tegas Kang Zaenal.
Resolusi Jihad yang menjadi spirit hari santri, jelas Kang Zaenal, hendaknya direvitalisasi dalam jihad konteks sekarang seperti mengentaskan kemiskinan, tidak korupsi, melakukan aksi-aksi kepedulian sosial dan lain-lain.
Usai upacara, para santri melanjutkan perayaan Hari Santri dengan turun ke jalan. Mereka berorasi mendukung penetapan Hari Santri Nasional sebagai momentum bagi kebangkitan santri untuk bisa berkiprah di segala bidang.
"Saya berharap dengan adanya Hari Santri ini akan lebih memotivasi santri agar dapat berbuat lebih untuk Indonesia, khususnya masyarakat sekitar," ungkap Kang Zaenal.Ā
Dalam aksi di jalan tersebut, puluhan santri Al-Mizan tampak membawa poster-poster bertuliskan dukungan terhadap peringatan Hari Santri. Selain mengadakan upacara bendera dan turun ke jalan, santri Al-Mizan juga menggelar aksi sosial donor darah dan mengumpulkan sumbangan untuk para korban asap di beberapa daerah yang tengah dilanda musibah asap seperti Kalimantan, Sumatra, Lampung, dan lain-lain. Red: Mukafi NiamĀ
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua