Santri Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi
NU Online · Rabu, 28 Oktober 2015 | 08:30 WIB
Wonosobo, NU Online
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Wonosobo, H Kholiq Arif mengingatkan tentang sejarah Resolusi Jihad yang berujung dengam disepakati menjadi Hari Santri, ia mngatakan, Hari Santri menjadi tolak ukur bagaimana perjuangan santri hari ini sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Hari Santri menjadi salah satu penghargaan atas perjuangan para santri. <>
"Santri dalam sejarahnya memiliki peran besar dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah, Santri menjadi garda terdepan dalam memerangi penjajah, Alhamdulillah sekarang para kaum santri sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah, ujarnya dalam orasi ilmiahnya di Gedung Adipura Wonosobo, Senin (26/10/2015).
Ia menambahkan, "kaum sarungan" hari ini harus tetap berjuang dan berjihad, pasalnya, tantangan globalisasi ke depan semakin kompleks. Untuk itu para santri dituntut cakap dalam segala hal, bukan hanya soal agama, tetapi politik, teknologi bahkan tantangan sosial.
Bupati yang berakhir 30 Oktober 2015 mendatang, mengungkapkan, bahwa santri harus mampu bersikap moderat dan toleran dengan semakin banyaknya penjajah yang ingin merongrong lesatuan dan lersatuan umat Islam.
"Jihadnya kaum santri, tidak merasa benar sendiri dan tidak mengkafirkan, mengfitnah dan menghasut orang yang berbeda pendapat dengan kita," katanya kepada ribuan santri.
Untuk itu, ia berharap, ke depan kaum santri mampu menjadi mujtahid, yang selalu berjihad dalam konteks agama, sosial, politik bahkan ekonomi. Hal ini dipandang penting mengingat tantangan zaman semakin kompleks.
Hal senada diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Wonosobo, KH Abdul Halim yang mengungkapkan, santri hari ini harus mampu terbuka atas segala kemungkinan, oleh karenanya santri harus mampu menerapkan prinsip Aswaja.
"Santri harus mampu menerapkan konsep tawazun, tawasuth, tasamuh, dan ta'adul agar santri tidak terjerumus saling sesat menyesatkan bahkan mengkafirkan."
Akhmad Fadlun, ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT) Wonosobo, mengingatkan melalui Ikrar Santri, menurutnya dengan dibacakanya Ikrar Santri diharapakan mampu mendarah daging terkait perjuangan kaum santri yang telah berjuang merebut NKRI dari penjajah,
"Dengan mengucapkan Ikrar Santri, diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan bagi kaum santri untuk selalu setia kepada NKRI, taat kepada Pancasila dan UUD 1945," katanya. (Alfan Nurngain/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua